HomeCelotehAirlangga-Erick, Pasangan Cocok 2024?

Airlangga-Erick, Pasangan Cocok 2024?

Kecil Besar

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir disebut sebagai sosok utama di balik kebijakan vaksin berbayar. Apakah ini pertanda Airlangga-Erick adalah pasangan yang cocok untuk maju bersama di pemilihan presiden (Pilpres) 2024?


PinterPolitik.com

Siapa nih dari kalian yang masih jomblo aja dan ngerasa kesulitan dalam mencari jodoh? Sabar ya, gaes. Mencari jodoh itu nggak perlu dipikirkan banget lah. Nanti, juga datang sendiri.

Biarkan aja tuh kalau ada orang-orang yang nanya kapan menikah. Jawab saja kalau takdir sudah ditentukan oleh Tuhan. Screw ‘em gitu lho.

Lagipula, persoalan jodoh itu merupakan persoalan yang serius. Dalam proses mencari dan menemukan the one, hati juga harus berkata iya. Nggak boleh tiba-tiba karena tekanan sosial lalu langsung menikah aja. Harus cocok secara batin ya, gaes, daripada nanti ada masalah-masalah ke depan.

Nah, dalam proses mencari kecocokan itu, bisa kok kalian komunikasikan soal kegemaran masing-masing. Selera musik, misalnya, bisa tuh dijadikan bahan obrolan ketika memutuskan bertemu setelah merasa cocok selama bercakap-cakap di aplikasi-aplikasi kencan seperti Tinder dan Bumble.

Hmm, kalau udah cocok secara hati satu sama lain, semua bakal bisa berjalan lancar kokgaes. Tinggal berdoa saja agar bisa semua lancar hingga pelaminan. (Ucap mimin yang hingga kini masih menjadi seorang jombloHuhu.)

Ngomong-ngomong soal cocok nggak cocok nihkayak-nya ada juga sejumlah pejabat yang juga perlu di-makcomblang-in nih. Soalnya, kemarin-kemarin, ada yang bilang kalau ada sejumlah menteri yang ternyata kompak lho – meskipun juga banyak isu yang beredar bilang bahwa kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kini mulai mengalami perpecahan seperti perbedaan pendapat soal perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca Juga: Ivermectin, Kebijakan Buru-Buru Erick?

Airlangga Erick Vaksin Berbayar

Mimin dengar kabar soal kecocokan dua menteri ini dari epidemiolog Universitas Indonesia (UI) yang bernama Pandu Riono. Soalnya nih, kata Pak Pandu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir adalah dua sosok utama yang ada di balik kebijakan vaksin berbayar yang sempat ramai kemarin.

Wah wah, ternyata, ada juga ya yang kompak di Kabinet Indonesia Maju. Kalau bisa kompak dan cocok gini, kan enak ya? Pak Jokowi nanti bisa terbantu lah buat nggak memikirkan bawahan-bawahannya yang makin riuh. Ehtapi kok ya kompaknya soal kebijakan yang kontroversial? Hehe.

Ya, mungkin nih, dengan melihat kecocokan dua menteri ini, boleh tuh jadi pertimbangan kalau mau maju bersama di pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Kan, banyak tuh yang bilang kalau Pak Airlangga dan Pak Erick ini berpotensi tuh buat maju di tahun politik tersebut.

Apalagi nih, publik kemarin juga sempat menyoroti perbedaan sikap presiden dan wakil presiden (wapres). Kala Pak Jokowi bilang agar masyarakat di rumah aja, K.H. Ma’ruf Amin malah mengajak untuk berwisata ke Raja Ampat. Upss.

Tapi, ya, semua itu kembali lagi ke pilihan masyarakat ya, Pak Airlangga dan Pak Erick. Kalau iya nanti beneran maju bareng, semoga aja masyarakat bisa menilai tuh dari rekam jejak kebijakan yang dibuat Pak Menko Perekonomian dan Pak Menteri BUMN. Hehe. (A43)

Baca Juga: Di Balik Push Rank Airlangga


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?