HomeBelajar PolitikPrabowo Ngemis Mau Jadi Presiden?

Prabowo Ngemis Mau Jadi Presiden?

Kecil Besar

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia dan etika senjata paling ampuh mewijudkan cinta.”


PinterPolitik.com

[dropcap]C[/dropcap]alon Presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto, mengungkapkan alasannya kenapa ia masih bertahan di dunia politik. Prabowo menjelaskan rasa keadilan dalam sila ke-5 Pancasila lah yang menuntunnya tetap berada di dunia politik. Prabowo menilai ketidakadilan masih ada di Indonesia. Weleh-weleh.

Jadi karena itu, ya Prabowo ngotot banget mau jadi presiden! Kirain Prabowo ngotot di dunia politik karena nafsu belaka. Wkwkwk, eh ternyata Prabowo mau jadi Santa Klaus atau jadi Robin Hood biar bisa bagi-bagi kesejahteraan di Indonesia. Hehehe.

Tapi sampai kapan ya ketidakadilan ada di Indonesia? Apa mungkin ketidakadilan akan selalu menemani kita sampai kiamat datang? Memang yakin banget Prabowo bisa memimpin bagaikan ksatria yang tertulis di kitab-kitab yang menyelamatkan seluruh umat dari penindasan dan kezholiman?

Hmm, mungkin kalau bisa Prabowo kita ganti aja deh namanya gengs, jadi sesuai sama apa yang tertulis di kitab-kitab. Wkwkwk, uppss bercanda ya gengs.

Selain dari pada alasan sila ke-5, Prabowo juga tidak rela masyarakat Indonesia terus hidup dalam keterpurukan di tengah meningkatnya pembangunan Indonesia. Menurutnya, hatinya sangat teriris melihat ketidakadilan berjalan terus di negara yang membesarkan namanya ini.

Prabowo tidak rela banyak rakyat saya masih miskin. Karena itulah Prabowo sangat ingin sekali menjadi presiden dan berkecimpung di dunia politik. Terlebih Prabowo berjanji akan mengapuskan segelintir orang di Jakarta yang senangnya mencuri kekayaan rakyat. Weleh-weleh.

Masa gengs Prabowo tiba-tiba nyingung pencuri di Jakarta? Wah curiga nih jangan-jangan yang dimaksud Anies Baswedan lagi yang enggak amanah setelah ditinggal kader Gerindra alias Sandiaga Uno!

Baca juga :  Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Wah atau jangan-jangan ini kode buat PKS biar nggak macam-macam di Jakarta dan agar posisi Wakil Gubernur itu tetap untuk Gerindra ya? Wkwkwkwk.

Intinya gengs Prabowo ngomong ini semua, minta kepada seluruh bangsa Indonesia terkhusus Jakarta dan sekitarnya untuk memilih dia menjadi presiden di tahun 2019. Soalnya  kalau bukan dengan cara seperti ini, Prabowo harus gimana lagi gengs?

Kritik Jokowi? Sudah! Ngasih masukan ekonomi? Sudah! Bikin berita hoaks? Sudah! Apa lagi dong? Share on X

Wkwkwk, mau enggak mau deh Prabowo pakai cara meminta kepada kita pilih doi jadi pemimpin kita. Hmm, tapi tunjukin dulu dong yang sudah dilakuin apa. Nanti malah dibilang janji kampanyenya hokas lagi, kaya yang sudah-sudah. Wkwkwk. (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...