HomeBelajar PolitikMa'ruf Bersyukur, Imigran Terancam!

Ma’ruf Bersyukur, Imigran Terancam!

Kecil Besar

“Apalah yang bisa pasti dari perasaan manusia?”


PinterPolitik.com

[dropcap]C[/dropcap]alon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menghadiri deklarasi Jokowi Pro Pekerja Migran Indonesia (JOPROMIG) yang dihadiri sekitar seratusan pekerja. Di hadapan seluruh pekerja migran yang hadir, Ma’ruf mengungkapkan rasa syukurnya memiliki Presiden seperti Jokowi.

Asli, kemarin waktu kasus mantan Gubernur DKI Jakarta yang penistaan agama, bilang malas punya presiden seperti Jokowi. Kok sekarang malah bersyukur? Oh, apa mungkin karena Jokowi sudah tobat ya pak? Atau karena Jokowi dermawan suka bagi-bagi … Ehehehe. Ayo bagi-bagi apa ayo tebak! Nih pilihannya:

  1. Bagi-bagi Sertifikat Tanah
  2. Bagi-bagi Sepeda
  3. Bagi-bagi Proyek MRT/LRT
  4. Bagi-bagi Proyek Jalan Tol
  5. Bagi-bagi Pencitraan
  6. Bagi-bagi Kuota Impor
  7. A,B,C,D,E dan F semua Oke
  8. A,B,C,D,E,F dan G masih kurang cuy! Tambah lagi!
Weits-weits, cebong ngambek tuh gengs! Awas jangan ngambek-ngambek, nanti berubah jadi kodok super loh kayak Jiraiya gurunya Naruto! Wkwkwk. Share on X

Kalau menurut Ma’ruf, dirinya masih sangat merasa heran mengapa masih ada sejumlah orang yang melihat sosok Jokowi dengan pesimisme. Bahkan, ada yang menilai Indonesia akan bubar di era kepemimpinan Jokowi. Weleh-weleh.

Bubar-bubar aja ya pak. Emangnya group band. Ini negara cuy, bukan  group band apalagi paguyuban arisan! Masa seenaknya dengan  mudah bilang bubar? Negara dipegang Jokowi mah enggak bubar, tapi tercerai berai! Wkwkwk, eits bercanda coy! Ini bermaksud hiburan loh bukan beneran, kalau beneran nanti eyke lagi yang bubar!

Nah lanjut coy! Menurut Ma’ruf, kita semua harus bersyukur karena punya presiden seperti Jokowi. Sebab Jokowi ini bekerja luar biasa. Lantas Ma’ruf juga sempat bertanya kepada pekerja migran dan juga dibalas oleh para imigran itu seperti ini:

Baca juga :  Komprador Gurita Batu Bara

Ma’ruf : “Apakah kalian percaya bahwa negara mau bubar di tangan Jokowi?”

Imigran: “Tidak tidak, oh tidaaaak!!!”

Ma’ruf: “Bahwa kita dalam keadaan yang terpuruk, percaya tidak?”

Imigran: “Tidak, tidak ooooh tidaaak!!!”

Eh, kalian jangan berpikir sama dengan apa yang eyke pikirkan ya! Jangan berpikir kalau itu para imigran lagi ditodong sama relawan Jokowi jadi bilang tidak! Atau kalian jangan berpikir mereka bilang begitu sebab khawatir Ma’ruf baper dan acaranya bubar.

Intinya tetap berpikir posirif gengs, meski semua itu negatif. Wkwkwk. (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...