J61 ─ author
Latest articles
Headline
Hilang Bayang Jokowi di PBNU?
J61 -
Kisruh di ambang dualisme PBNU membuka babak baru perebutan pengaruh di antara elite NU dan menggambarkan pergeseran patronase dari bayang lama ke orbit kekuasaan baru. Tensi ini seakan menandai realignment besar hubungan sosial keagamaan, politik, dan kepentingan ekonomi di Indonesia. Mengapa demikian?
Headline
Anies-Verrell, Berani Pencitraan Itu Baik?
J61 -
Di tengah bencana, kehadiran politisi seperti Verrel Bramasta dan perhatian kritis dari Anies Baswedan memicu sebuah perdebatan: kepedulian tulus atau sekadar pencitraan? Dalam dimensi politik, tragedi kerap berubah menjadi panggung visual, dan memantik diskursus mengenai kapan pencitraan dapat dibenarkan—atau justru mereduksi penderitaan menjadi sekadar konten politik?
Headline
PKS-NasDem, Pinggir Jurang Degradasi?
J61 -
PKS dan NasDem tampak tengah berada di titik genting pascapilpres 2024 dan tahun pertama pemerintahan baru. Tanpa kursi di kabinet, keduanya menghadapi krisis berbeda: NasDem diguncang turbulensi internal, PKS terjebak stagnasi. Lalu, apakah ini gejala bencana bagi kedua parpol tersebut?
Headline
NU Fade, MU Pride?
J61 -
Head-to-head NU dan Muhammadiyah bukan sekadar soal siapa lebih besar, tetapi perbedaan dua ontologi: tradisi pesantren vs modernitas teknokratis. Di tengah dinamika politik, filantropi, dan reputasi global, keduanya seakan memiliki kontras relevansi abad ke-21 dengan kekuatan dan tantangannya masing-masing.
Humor Politik
Meritokrasi Garis Tangan Sekolah Kedinasan?
J61 -
Sekolah kedinasan kerap dipandang sebagai pusat meritokrasi, namun mobilitas alumninya ke jabatan lintas-instansi memicu perdebatan tentang konflik kepentingan, profesionalisme, “garis tangan”, hingga faktor politis.
Headline
Modus Status Oknum Gus?
J61 -
Gelar “Gus” kian diperebutkan dan dipertontonkan, bergeser dari warisan pesantren menjadi modal simbolik yang dikomodifikasi. Kontroversi oknum memicu sentimen terhadap NU, sementara perebutan status, ekonomi, dan politik mengancam makna autentiknya di tengah arus digital dan pasar spiritual modern.
Headline
PDIP Tertekan Sendiri?
J61 -
Di tengah konsolidasi pemerintahan, PDIP justru terlihat tertekan oleh pilihan strategisnya sendiri. Sorotan kepada BRIN, BPIP, dan KPK seolah menempatkan Megawati dalam posisi kurang menyenangkan. Tanpa tekanan eksternal, partai ini menghadapi ujian identitas politik yang menantang di tengah perubahan cepat lanskap politik-pemerintahan nasional.
Headline
Puan “Hilang”, Trilogi-Dramaturgi PDIP?
J61 -
Absennya Ketua DPR Puan Maharani dalam penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 kiranya bukan sekadar absen seremonial, melainkan drama simbolik PDIP dan menguak trilogi kisah yang sangat menarik.
Headline
Gladiator Gajah Kecil vs Banteng Sepuh
J61 -
Perseteruan PSI dan PDIP bukan sekadar adu strategi partai, melainkan pertarungan simbolik antara generasi politik baru dan warisan lama. Gajah muda menantang banteng sepuh di gelanggang kekuasaan Jokowi–Megawati, memperebutkan bukan kursi, tapi legitimasi moral dan arah masa depan politik Indonesia.
Headline
Projo Problematik?
J61 -
Projo, relawan yang dulu menjadi simbol militansi Jokowi, kini mengesankan bahwa mereka seolah menghadapi ujian identitas saat menghilangkan siluet Jokowi dari panjinya. Loyalitas, strategi, atau oportunisme? Fenomena ini agaknya membuka tabir problematik relawan dalam politik kekuasaan Indonesia.
Headline
Kisah “Padi Berbisik” Amran?
J61 -
Di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman, pertanian Indonesia seolah kembali berdenyut dan menemukan harapan. Dari sawah hingga sistem digital, “padi berbisik” menjadi metafora kebangkitan agraria modern—sebuah kisah tentang teknokrat, kapital, dan tanah yang berbicara, menakar apakah legenda itu akan abadi atau sekadar gema sesaat.
Headline
Unbreakable Prabowo–Subiyanto?
J61 -
Duet simbolik “Prabowo–Subiyanto” bukan sekadar similaritas fonetik, melainkan metafora harmoni sipil-militer di era Presiden Prabowo Subianto sebagai living legend.

