J61 ─ author
Latest articles
Headline
Trump Pinggir Jurang “Becandain” Putin?
J61 -
Trump menyambut Putin di Alaska dengan B-2 Spirit dan F-35 Lightning melintas di langit, mencampur kehormatan diplomasi dengan gaya flexing khasnya. Aksi teatrikal ini kiranya bukan sekadar sambutan, melainkan sinyal deterrence, promosi kekuatan pasar militer, dan seni membingkai kekuasaan dalam diplomasi global yang sarat simbol.
Headline
Benarkah Sri Mulyani “Meng-capek”?
J61 -
Rentetan pernyataan yang dinilai blunder publik Sri Mulyani—dari analogi pajak dengan zakat hingga komentar soal gaji guru—memicu sorotan tajam. Fenomena ini kiranya mencerminkan lebih dari sekadar “terpeleset” komunikasi, tetapi juga hal yang lebih luas. Mengapa demikian?
Headline
Rahasia Putra Sulawesi Selatan di Ring-1
J61 -
Dominasi putra Sulawesi Selatan di ring-1 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan kebetulan. Berbekal nilai budaya, modal sosial, jejaring lintas rezim, dan reputasi integritas, mereka menembus posisi strategis lintas periode. Kepercayaan ini menjadi “merek politik” yang langgeng di pusat kekuasaan.
Headline
Rahasia Eks Wakil Panglima Makzulkan Gibran?
J61 -
Isu pemakzulan Gibran kembali mencuat lewat forum purnawirawan TNI pimpinan Fachrul Razi. Menariknya, bertepatan dengan kembalinya jabatan Wakil Panglima TNI, posisi yang terakhir kalo dipegang Fachrul. Di balik narasi moral, agaknya tersimpan aroma kepentingan, simbol kekuasaan, dan potensi “invisible hand” yang menguji kohesi politik dan pemerintahan saat ini.
Headline
Per-komisaris-an: Menguji Nyali Pramono
J61 -
Penunjukan komisaris oleh Gubernur Pramono Anung jadi ujian nyali politik, apakah sekadar bagi-bagi kursi atau tantangan mengambil langkah rekonsiliasi? Jakarta kiranya butuh lebih dari simbol, butuh keberanian membangun legitimasi, bukan hanya loyalitas. Benarkah demikian?
Headline
The Spec Ops Statesman
J61 -
Presiden Prabowo bukan sekadar mantan jenderal, ia adalah satu-satunya eks pasukan khusus tier-1 dunia yang sukses jadi kepala negara lewat pemilu demokratis. Penghargaan dari USSOCOM bukan cuma simbol, tapi pengakuan atas transformasi luar biasa dari prajurit ke negarawan sejati.
Headline
Glow-ish Anak Ideologis
J61 -
Kabar promosi Sugiono sebagai Sekjen Partai Gerindra kiranya bukan sekadar rotasi elit, tapi simbol regenerasi ideologis yang dirancang sejak awal. Dari asisten Prabowo hingga Menteri Luar Negeri, Sugiono tampaknya adalah protégé sejati, anak ideologis yang menandai kesinambungan dan keseimbangan Partai Gerindra di masa mendatang.
Headline
Djokosoetono’s & Family Taxi Empire Drama?
J61 -
Di balik kejayaan taksi Blue Bird dan Gamya, tersimpan drama keluarga Djokosoetono yang mencerminkan konflik klasik dinasti bisnis Indonesia. Dari rivalitas saudara hingga strategi bertahan menghadapi disrupsi digital, kisah ini membuka tabir bagaimana warisan, politik, dan inovasi saling bertarung dalam sejarah transportasi nasional.
Nalar Politik
Tahta dan “Kasta” Politisi +62?
J61 -
Di balik gemerlap politik Indonesia, kiranya memantik interpretasi eksistensi “kasta” tak tertulis yang membentuk pola relasi dan dinamika politik saat ini. Karisma, trah, bisnis, militer, hingga loyalitas menjadi kombinasi penentu. Inilah era ketika tahta dan “kasta” dapat menentukan arah kekuasaan dan peta kebijakan.
Headline
Djojohadikusumo and Sasakawa The Peacelord Story
J61 -
Ketika diplomasi negara bertemu ketulusan individu, lahirlah kisah menyentuh antara Hashim Djojohadikusumo dan dermawan Jepang, Yōhei Sasakawa. Di balik pembebasan Arnold Putra dari Myanmar, tersimpan kekuatan jejaring pribadi dan solidaritas lintas negara yang tak terduga namun menginspirasi.
Headline
Ibnu Sutowo & Peta Kuasa Migas
J61 -
Ibnu Sutowo bukan sekadar tokoh migas, ia adalah fondasi arsitektur oligarki energi Indonesia. Dari Pertamina hingga jaringan rente modern, warisannya seolah hidup dalam tokoh-tokoh seperti Riza Chalid hingga Medco. Jejak kuasa dan reinkarnasi pengaruh Ibnu dalam era transisi energi kiranya akan terus memengaruhi dinamika kekuasaan.
Headline
Nexus BAE: Boy Ara Erick
J61 -
Boy Thohir, Maruarar Sirait, dan Erick Thohir membentuk periphery maupun simpul kekuasaan yang menyatukan modal, kebijakan negara, dan narasi publik. Konsolidasi ini merepresentasikan wajah baru ekonomi-politik Indonesia, di mana kekuasaan dijalankan melalui harmoni antara elite bisnis, teknokrat, dan komunikator sosial.

