HomeCelotehMenanti Giliran Roasting Luhut

Menanti Giliran Roasting Luhut

Kecil Besar

Komedi sudah lama menjadi sarana hiburan bagi masyarakat sepanjang sejarah manusia. Salah satu teknik komedi yang populer adalah roasting. Uniknya, sejumlah menteri seperti Sandiaga Uno kerap jadi sasaran roasting. Kapan giliran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan?


PinterPolitik.com

Tertawa. Banyak yang bilang kalau tertawa itu membuat diri kita lebih sehat. Ada juga yang bilang kalau tertawa juga mengangkat stres yang disebabkan oleh berbagai persoalan kehidupan.

Cara agar bisa tertawa pun bisa beragam. Salah satu hal yang sering membuat kita tertawa adalah lelucon dan humor. Lelucon pun juga bisa berasal dari bentuk komedi. Salah satu bentuk komedi yang kini populer adalah roasting โ€“ bentuk komedi yang membuat lelucon yang menjadikan satu individu spesifik sebagai sasarannya.

Kan, banyak tuh sekarang para komika (stand-up comedian) yang juga kerap melakukan roasting.  Kala duo YouTuber SkinnyIndonesian24 akan pensiun dari YouTube, misalnya, ada tuh ajang roasting yang menjadikan mereka sebagai sasarannya.

Nahroasting seperti ini juga berlaku lho buat para pejabat โ€“ bahkan juga buat Presiden Amerika Serikat (AS). Roasting pun udah jadi semacam tradisi di acara-acara makan malam yang diadakan oleh White House Correspondents’ Association.

Tuhbayangin coba. Presiden di negara adidaya aja bisa jadi sasaran roastingHmm, kalau di Indonesia, gimana ya? Apakah nanti si komikanya malah kena pasal penghinaan tuh? Kan, ada tuh wacana kembali menghidupkan sejumlah pasal di Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Hehe.

Ya, terlepas dari wacana dan regulasi yang melarang penghinaan, ada juga kok sejumlah pejabat yang akhirnya jadi sasaran roasting. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, misalnya, beberapa waktu lalu melakukan sesi live di Instagram bersama seorang komika bernama Marshel Widianto. Bang Sandi pun nggak marah dan malah memuji Marshel.

Baca Juga: Siapa yang Didengar Luhut?

Luhut Menjawab Podcast Deddy Corbuzier

Uniknya lagi, Bang Sandi juga nggak sekali ini doang menjadi sasaran roasting. Beliau dulu juga pernah jadi sasaran roasting oleh komika kondang yang bernama Kiky Saputri. Kiky ini juga sempat viral karena nge-roasting sejumlah pejabat lain, seperti Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Susi Pudjiastuti, hingga Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Fadli Zon.

Hmm, seru juga nih kalau para pejabat dan politisi yang ternyata jadi sasaran roastingMimin punya usulan nih buat para komika soal siapa lagi menteri dan pejabat yang mungkin bisa jadi sasaran roasting. Beliau adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Kan, Pak Luhut ini udah lama hadir di kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Masa nggak dapat giliran juga? Bang Sandi yang baru jadi Menparekraf akhir tahun 2020 kemarin aja udah dapat giliran tuh.

Hmm, mau nggak tuh, Pak Luhut? Lumayan, kan, barang kali bisa membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Dengan humor dan lelucon, masyarakat bisa tertawa sehingga stresnya berkurang. Dengan begitu, imunitas masyarakat pun bisa meningkat. Tuh, bagus nggak tuh?

Lagipula, Pak Luhut kemarin kan sudah ke podcastยญ-nya Deddy Corbuzier. Barang kali, dengan ikut roasting, Pak Luhut bisa jadi lebih dekat dengan masyarakat โ€“ selain melalui podcast tersebut.

Hmm, apa Pak Luhut datang lagi aja ya ke tempatnya Om Deddy? Kan, Om Deddy biasa tuh ngundang sejumlah komika kondang seperti Tretan Muslim dan Coki Pardede. Apa perlu nih Pak Luhut di-roasting sama mereka ajaHehe. (A43)

Baca Juga: Luhut Perlu ke Deddy Lagi?


โ–บ Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor โ€˜Recehโ€™ Jokowi

โ€œSelera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.โ€ PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono โ€˜Si Pengguncangโ€™ Dunia

โ€œBeri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.โ€ ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

โ€œKamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kitaโ€. โ€“ Odysseus, dalam film โ€œTroyโ€ PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Maโ€™ruf Amin yang Dirindukan

โ€œI miss you, I miss youโ€ โ€“ blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Maโ€™ruf โ€˜Panaskanโ€™ Tangsel

โ€œRobek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putihโ€ โ€“ Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

More Stories

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan โ€˜Centil-ismeโ€™

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?

Najwa Shihab dan Kebangkitan Gossip-cracy

Najwa Shihab diam soal aksi 12 Juni, lalu dituding "antek". Benarkah publik sedang salah alamat dalam menagih pertanggungjawaban?