HomeCelotehKabinet Jokowi “Kocar-Kacir”?

Kabinet Jokowi “Kocar-Kacir”?

Kecil Besar

“We argue all the time. You always say I’m wrong. I’m pretty sure I’m right” – Khalid, penyanyi asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Alam Indonesia kini bisa dibilang tengah menangis. Bagaimana tidak? Berbagai bencana alam terus terjadi di bumi pertiwi ini – mulai dari gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar), banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), tanah longsor di Jawa Barat (Jabar), dan, yang terbaru, gempa bumi di laut Sulawesi Utara (Sulut).

Di tengah berbagai bencana alam yang terjadi, tidak sedikit pihak bilang bahwa kini saatnya kita kembali memelihara alam dan lingkungan hidup sekitar kita. Bagaimana pun juga, situasi alam di sekitar kita juga bergantung pada apa yang kita lakukan dan berikan pada lingkungan hidup.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Marsudi Syuhud, misalnya, menyebutkan bahwa berbagai bencana alam – atau ekologis – dapat terjadi akibat dzoharol fasaadu fillbarry walbahry bimaa kasabt aidinnasi (kerusakan akibat tangan manusia). Maka dari itu, menurut beliau, ini adalah saatnya bagi Indonesia untuk muhasabah dan saling bahu-membahu.

Tapi nihkayak-nya, upaya bahu-membahu agak sulit dilakukan. Gimana nggak? Kini, perdebatan malah terjadi pada soal apa yang menyebabkan bencana-bencana alam ini terjadi – khususnya banjir yang terjadi di Kalsel.

Yang terbaru nih, komentar juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Kata beliau nih, eksploitasi alam yang sembarangan merupakan salah satu penyebab akan terjadinya banjir di provinsi dengan ibu kota di Banjarmasin tersebut.

Baca Juga: Airlangga Hartarto dan Oliver Twist

Pembelaan Pak Moeldoko

Berdasarkan pernyataan dalam siaran pers resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), pengambilan keuntungan yang terlalu besar dari eksploitasi alam turut menyebabkan kerugian bagi banyak orang lain. Hmmkok sepertinya Pak Muhadjir ini nggak ngikutin briefing dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Kalau kita ingat-ingat kembali, Pak Jokowi kan beberapa waktu lalu sempat bilang kalau penyebab banjir Kalsel adalah curah hujan yang tinggi. Senada dengan Pak Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar juga menyebutkan bahwa terdapat anomali cuaca yang menyebabkan sungai Barito tak mampu menampung air hujan.

Wah wahkok jadi beda-beda gini? Bukannya waktu itu udah dibilang kalau setiap menteri nggak boleh punya visi sendiri-sendiri ya? Ingat, hanya visi Pak Presiden lho yang perlu dijalankan oleh para pembantunya di kabinet.

Apalagi nih, perbedaan pendapat seperti ini nggak cuma terjadi dalam polemik soal penyebab banjir Kalsel lho. Soal kabar bahwa Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto yang pernah tertular Covid-19, misalnya, pemerintah tampaknya juga memiliki sikap yang berbeda-beda.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, misalnya, bilang kalau status positif Airlangga hanya perlu diketahui beberapa orang saja. Sementara, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito pada September 2020 lalu pernah bilang kalau pejabat publik perlu terbuka bila terpapar sebagai bagian dari transparansi publik.

Hmm, ya udah lah. Mungkin nih, apa yang terjadi di dalam pemerintahan Jokowi ini penuh dengan drama ya. Hmm, apa mungkin ini pertanda bahwa kabinet Jokowi ini mulai “kocar-kacir” dalam menghadapi diskursus publik ya? Wah wah. (A43)

Baca Juga: PDIP Jadi Partai Hijau?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Habiburokhman “Fashion Police” Jokowi

"Always have fun with fashion dress to entertain yourself." ~Betsey Johnson PinterPolitik.com Ajegileee, kemarin eike sempet terpana lho melihat foto-foto pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan...

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?