HomeCelotehKPK Tak Ingin Ikut Sayembara?

KPK Tak Ingin Ikut Sayembara?

Kecil Besar

“I go hunting like a bounty” – Tyga, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Bukan drama yang menarik apabila tidak membuat banyak orang terbawa perasaan (baper). Mungkin, perasaan serupa yang muncul di hati banyak pihak menyusul drama yang terjadi terkait polemik eks-kader PDIP Harun Masiku dan eks-Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Bagaimana nggak baper tuh? Orang-orang yang dicari tersebut belum juga ketemu. Beberapa sampai-sampai saling berdebat lho soal keberadaan orang-orang ini.

Soal keberadaan Pak Harun misalnya, mantan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie sampai-sampai dimutasi oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Belum selesai masalah Pak Harun, Pak Nurhadi juga udah beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, keberadaannya pun menjadi misteri.

Hmm, mungkin, karena saking baper dan geregetan, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bernama Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) akhirnya mengadakan sebuah sayembara bagi siapa-siapa yang dapat menemukan keberadaan Pak Harun dan Pak Nurhadi. Sayembara itu berhadiahkan sebuah ponsel pintar iPhone 11.

Caranya gampang kok. Informasi keberadaan mereka bisa diberikan langsung pada KPK atau kepolisian setempat. Selain itu, pemilik informasi juga bisa langsung menghubungi MAKI.

Wah, lumayan juga tuh sepertinya iPhone 11. Jelas saja kalau beberapa orang tertarik untuk ikut berpartisipasi. Bahkan, ada yang sampai menggunakan ilmu-ilmu supranatural lho buat mencari para buron ini.

Hmm, ini bisa nih jadi kesempatan buat KPK buat mencari Pak Harun dan Pak Nurhadi. Kan, lumayan tuh kalau bisa dapat iPhone 11.

Apalagi, KPK juga udah curi start duluan dalam pencarian para buron tersebut. Dalam mencari keberadaan Pak Harun misalnya, KPK telah menetapkan beliau sebagai buron sejak awal bulan Januari lalu lho.

Bahkan, bisa aja pencarian Pak Harun ini menjadi lebih gampang buat KPK. Kan, komisi antirasuah itu nggak perlu repot lagi mencari di luar negeri – mengingat Pak Harun sudah pulang ke Indonesia. Hehe.

Eits, tapi, memangnya, KPK ingin mendapatkan hadiah itu nggak ya? Soalnya nih, meski udah sebulan lebih, lembaga antikorupsi itu belum juga memiliki update terkait keberadaan Pak Harun.

Ya, semoga saja Pak Harun dan Pak Nurhadi dapat segera ditemukan. Barang kali, iming-iming iPhone 11 bisa jadi motivasi, termasuk buat KPK. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Indonesia: "Lone Wolf" Penyelamat Iklim?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?