HomeCelotehYasonna Salah Paham Soal Mundur?

Yasonna Salah Paham Soal Mundur?

Kecil Besar

“Politicians never did shit for me. Except lie to me, distort history” – JAY Z, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tampaknya tengah dihadapkan dengan berbagai masalah yang timbul dari perkataannya sendiri.

Pernyataan beliau soal daerah dengan tingkat perekonomian rendah misalnya, menggunakan Tanjung Priok sebagai salah satu contoh atas daerah yang rentan dengan tindakan kriminal. Sontak, pernyataan Pak Yasonna ini menjadi ramai dibahas di media sosial dan menimbulkan kemarahan dari masyarakat Tanjung Priok sendiri.

Selain pernyataan Tanjung Priok, Pak Yasonna juga beberapa kali terlihat mengomentari kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) PDIP yang diduga melibatkan eks-kader PDIP Harun Masiku. Beliau sempat disorot karena dianggap memiliki konflik kepentingan ketika berbicara di depan publik dan media sebagai perwakilan dari partai berlambang banteng itu.

Belum lagi, pernyataan beliau mengenai keberadaan Pak Harun yang dianggap beberapa pihak berupaya untuk merintangi penuntasan kasus suap PAW PDIP.

Pasalnya, setelah menyatakan bahwa buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut masih berada di luar negeri, Pak Yasonna dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham harus merevisi ulang kabar tersebut setelah istri Pak Harun dan beberapa media menemukan bahwa buronan itu telah berada di Indonesia sejak sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Hmm, akibatnya, banyak pihak menuntut Pak Yasonna agar mundur dari jabatan Menkumhamnya. Selain itu, beberapa pihak juga mendorong agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mencopot Menkumham atas blunder yang dilakukannya.

Ternyata, Pak Yasonna sendiri menanggapi tuh dorongan-dorongan dari publik agar beliau mundur. Tapi, tanggapan yang diberikan bukanlah surat pengunduran diri, melainkan keputusan Yasonna untuk mencopot Dirjen Imigrasi Ronny Sampie.

Waduh, sepertinya, Pak Yasonna agak salah paham nih. Pejabat yang diminta banyak orang untuk mundur itu bukan Pak Ronny, Pak. Justru, Pak Yasonna sendiri dong. Wah.

Ya, akibatnya, banyak yang sepertinya tidak puas tuh dengan keputusan Pak Yasonna. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana misalnya, menanggapi dengan menyatakan bahwa Pak Yasonna juga lebih baik dicopot oleh Pak Jokowi karena, bagaimanapun, telah menyampaikan pernyataan yang tidak valid.

Hmm, terlepas dari ketidakpuasan tersebut, Pak Yasonna punya alasan lho mengapa Pak Ronny yang dicopot. Katanya sih, pencopotan itu bermaksud agar tim yang dibentuk untuk mencari fakta mengenai Harun Masiku dapat terbebas dari konflik atau bias kepentingan.

Eits, tapi, bukannya Pak Yasonna sendiri dinilai memiliki bias kepentingan juga ya. Kan, Pak Yasonna juga seorang kader PDIP. Nah, apakah Pak Yasonna harus dicopot juga agar bias kepentingannya benar-benar hilang? Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

More Stories

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa? 

Khofifah dan Jebakan “Bebek Songkem”?

Khofifah pimpin Jatim nyaris tanpa sorotan, beda jauh dari gubernur Jawa lain yang ramai. Sengaja merunduk atau memang melemah?