HomeCelotehAhok Ditolak, Luhut Bertindak

Ahok Ditolak, Luhut Bertindak

Kecil Besar

“It’s time for a brother to be Bond.” – Sean Patrick Thomas


 PinterPolitik.com

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok bener-bener disayang banyak pejabat. Sudah dianggap keluarga oleh Jokowi, ditawari jadi petinggi BUMN oleh Erick Thohir, sekarang saat diserang oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Luhut Pandjaitan pun turut belain Ahok.

FSPPB ini menolak keras pengangkatan Ahok sebagai petinggi Pertamina dengan alasan Ahok tuh suka nyari keributan, gak etis bla bla bla. Tentunya ini gak sepenuhnya salah. Ahok punya catatan kelam dengan peribahasa ‘mulutmu harimaumu’ yang mendatangkan masalah bagi dirinya sendiri.

Tapi konon katanya Ahok ini udah banyak berubah. Menurut Buya Syafii, Ahok telah refleksi semasa di penjara. Dia telah melalui latihan ketahanan batin dan konseling dengan jiwanya sendiri, jadi semestinya Ahok tuh diberi kesempatan buat kembali berkontribusi dong.

Kembali ke Luhut, Menko Kemaritiman dan Investasi ini menilai kalo semasa aktif Ahok memiliki kinerja yang bagus dan rajin bersih-bersih berbagai hal kotor, kayak korupsi contohnya. Luhut pun ngomong kalo ada pihak yang gak mau Ahok jadi petingginya ya itu perlu dipertanyakan, masa mau dibersihkan menolak. Memangnya mereka siapa?

Luhut agaknya cukup kuat mendukung Ahok jadi petinggi BUMN. Memang sih Ahok belum 100% beneran jadi pejabat BUMN. Tapi yang menarik kenapa Luhut cukup vokal membela Ahok. Ada apakah gerangan?

Jika diperhatikan Luhut ini merupakan menteri Jokowi yang kerap pasang badan. Luhut pun sempet beberapa kali loncat dari satu kementerian ke kementerian lainnya. Makanya Luhut sempet dapet julukan menteri segala bidang. Bukan karena kurang orang tapi bisa jadi Jokowi menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap Luhut.

Mungkin aja alasan Luhut membela Ahok adalah karena loyalitasnya pada Jokowi. Kan pernah disebut sebelumnya kalo ikatan persaudaraan antara Jokowi dan Ahok itu tiada putusnya. Bahkan ketika pelantikan Jokowi, Ahok disebut datang sebagai keluarga.

Kita tunggu aja nih, kalau Ahok masuk BUMN nanti, bener gak bakal bersih-bersih di perusahaan pelat merah itu? Supaya Pak Luhut gak percuma pasang badan dan bisa membungkam orang-orang yang menolak Ahok. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

KPK telah memulai penyelidikan terhadap LHKPN milik Kajati Sumsel Sarjono Turin karena diduga tidak jujur

PinterPolitik - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel) Sarjono Turin. KPK...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...