HomeCelotehDandhy Tersangka, Kalau Denny Siregar?

Dandhy Tersangka, Kalau Denny Siregar?

Kecil Besar

“Tak kuduga semua terjadi. Tak kusangka kau sambut jemari,” – Ruth Sahanaya, Tak Kuduga


Pinterpolitik.com

Dini hari hingga pagi ini mungkin jadi waktu terberat bagi banyak masyarakat yang merindukan demokrasi. Bagaimana tidak, Dandhy Dwi Laksono jurnalis yang kritis bersuara tiba-tiba ditangkap oleh polisi.

Berita duka tak berhenti di situ karena aktivis dan musisi Ananda Badudu ternyata menyusul ditangkap di pagi harinya.

Memang, dua-duanya kini sama-sama sudah dibebaskan oleh kepolisian. Tapi, Dandhy punya nasib lebih berat karena ia pulang dengan status tersangka kasus ujaran kebencian berdasarkan SARA dalam UU ITE.

Mari kita lihat terlebih dahulu pemicunya. Berdasarkan cuitan Alghifari Aqsa yang mendampingi Dandhy, pembuat film Sexy Killers ini dipermasalahkan karena cuitannya terkait Papua. Padahal, kalau diperhatikan, cuitannya ini hanya berisi kabar terkini di bumi cenderawasih.

Huft, miris ya, mau jadi apa ya demokrasi dan kebebasan berekspresi di negeri ini harus terus-menerus dirongrong UU ITE. Yang jadi perkara, yang kena ini kayaknya hanya orang-orang yang rajin mengritik semacam Dandhy saja. Kalau untuk kasus lain gimana ya?

Nah, coba kita lihat masalah yang terjadi pada buzzer mitra rezim Denny Siregar. Sosok yang mengaku penulis ini sebelumnya mencuit bahwa telah ditemukan batu di dalam ambulans yang membantu para demonstran. Setelah diselidiki, ternyata kabar itu keliru belaka karena polisi mengakui mereka salah.

Wah, kalau diperhatikan Denny sang buzzer ini juga bisa juga loh dikenakan UU ITE untuk perkara berita bohong atau hoaks. Kok dia aman-aman saja ya tidak dijemput malam-malam juga seperti Dandhy?

Baca juga :  The One-Man Band

Eh, tapi sebaiknya jangan deh. UU ITE ini kan salah satu regulasi kontroversial ya, masak mau menggunakan UU ini hanya demi menjerat orang yang tak disukai. Sepertinya, orang-orang yang sebal dengan ulah Denny lebih bermartabat dan enggan menggunakan pasal karet UU ITE.

Dandhy Laksono diusut cepat, kalau mahasiswa korban peluru aparat cepat juga gak ya? Share on X

Sebenarnya, berbagai perkara ini bisa diambil satu bagian penting yaitu soal ketidakadilan dalam penanganganan kasus hukum. Coba kita perhatikan, dalam rangkaian aksi beberapa waktu lalu, ada perkara lebih penting yang justru pengusutan kasusnya tak secepat kasus Dandhy.

Dalam kasus ambulans misalnya, kan terjadi penganiayaan kepada petugas medis, kenapa yang ini tidak diusut secepat Dandhy? Lalu, dalam kekerasan kepada jurnalis, kenapa masih sepi-sepi saja ya tindakannya?

Yang paling menyedihkan mungkin saja soal korban tewas dari kubu mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sudah dua orang nyawa melayang, tapi belum ada satupun pihak bertanggung jawab yang ditangkap. Semua masih kalah cepat dari kasus Dandhy.

Kita tunggu saja, apakah perkara-perkara itu akan diusut tuntas atau tidak. Kalau tidak, masyarakat mungkin akan susah untuk percaya kepada penegakan hukum di negeri ini. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Di Balik Nadiem Menteri Jokowi

Sehari setelah pelantikan presiden, Jokowi memanggil sejumlah pihak ke Istana yang ditengarai sebagai calon-calon menteri yang akan mengisi kabinet pada periode kedua kepemimpinannya. Di...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006) PinterPolitik.com Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu...

Menyingkap Ngabalinisasi ala Rocky Gerung

Rocky Gerung menyebut para ketum parpol koalisi tengah alami Ngabalinisasi. Apa sebenarnya arti kata Ngabalinisasi?

Kemelut FPI Bukan PKI

"Tidak ada ketentuan pidana yang melarang menyebarkan konten FPI karenanya siapa pun yang mengedarkan konten FPI tidak dapat dipidana. Sekali lagi objek larangan adalah...

Formula Bang Oma di Balai Kota

Pelantikan Anies – Sandi mendatang siap digoyang Soneta. Goyang, Bang~ PinterPolitik.com Kalau darah muda sang Ksatria Bergitar itu masih meledak-ledak, mungkin saja dia bakal begadang ke...

Peleton Beringin Sepakat Tolak Azis

“Dalam hidupku, saya tidak pernah belajar sesuatu dari seorang yang selalu setuju denganku.” PinterPolitik.com Surat sakti mandraguna Papa mengawali kisah baru yang bernasib pilu yaitu tak...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...