HomeCelotehCinta Gibran Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta Gibran Bertepuk Sebelah Tangan

Kecil Besar

“Baru ku sadari, cintaku bertepuk sebelah tangan,” – Dewa, Pupus


Pinterpolitik.com

Resmi sudah putra presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka jadi kader PDIP. Mengikuti jejak sang ayah yang lekat dengan partai berlogo banteng itu, pendiri bisnis Markobar ini kini sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dari DPC PDIP Kota Solo.

Kita harus acungi jempol dulu nih langkah Mas Gibran ini. Gak banyak loh, anak muda dengan latar belakang bisnis mau masuk dunia politik yang berat itu. Eh, tapi kalau anak mudanya anak pejabat sih banyak ya, hehe.

Nah, banyak yang mengaitkan terdaftarnya Gibran sebagai kader PDIP ini dengan pencalonan dirinya sebagai wali kota Solo. Nama Gibran sebelumnya memang pernah masuk bursa calon kepala daerah kota tersebut. Apalagi, ia sendiri udah nanya-nanya terkait dengan pesyaratan jadi calon wali kota ke PDIP Kota Solo.

Sayangnya, nasib ternyata berkata lain, Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan kalau mereka sudah menjaring satu nama pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yaitu Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Rudy menyatakan sejak awal, PDIP Solo memang tidak membuka pendaftaran terbuka untuk posisi itu, jadi nama yang muncuk adalah hasil penjaringan.

PDIP menilai Mas Gibran belum saatnya maju jadi wali kota Solo Share on X

Lebih jauh, Rudy juga menyatakan kalau saat ini masih belum waktunya buat Gibran melaju ke kursi wali kota Solo. Ia menjelaskan kalau Gibran bisa disiapkan untuk Pilkada di tahun 2024.

Wah, sedih ya nasib Mas Gibran kalau dia beneran mau nyalon di Solo. Kisah sedih Mas Gibran ini mungkin bisa setara dengan nasib-nasib orang yang ingin mengejar seorang pujaan hati, eh  apa daya ternyata cintanya harus bertepuk sebelah tangan. Hiks.

Kalau diibaratkan, Mas Gibran ini kan sudah masuk kandang banteng PDIP untuk mencari kendaraannya menuju Solo-1, eh apa daya, sang banteng malah “menyeruduknya” keluar dari bursa pencalonan wali kota Solo. Hiks hiks.

Ya, semoga aja Mas Gibran tetap semangat dan gak sedih meratapi nasibnya ini ya. Tenang aja, umur Mas Gibran masih prima kalau mau meniti karier sebagai politisi. Kita tunggu aja, mungkin dia akan lebih matang dan moncer di 2024, jadi lebih siap untuk mengejar sebuah kursi. Semoga aja, PDIP juga masih ingat ya sama Mas Gibran di tahun 2024. (H33)

Baca juga :  Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Di Balik Nadiem Menteri Jokowi

Sehari setelah pelantikan presiden, Jokowi memanggil sejumlah pihak ke Istana yang ditengarai sebagai calon-calon menteri yang akan mengisi kabinet pada periode kedua kepemimpinannya. Di...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006) PinterPolitik.com Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu...

Menyingkap Ngabalinisasi ala Rocky Gerung

Rocky Gerung menyebut para ketum parpol koalisi tengah alami Ngabalinisasi. Apa sebenarnya arti kata Ngabalinisasi?

Kemelut FPI Bukan PKI

"Tidak ada ketentuan pidana yang melarang menyebarkan konten FPI karenanya siapa pun yang mengedarkan konten FPI tidak dapat dipidana. Sekali lagi objek larangan adalah...

Formula Bang Oma di Balai Kota

Pelantikan Anies – Sandi mendatang siap digoyang Soneta. Goyang, Bang~ PinterPolitik.com Kalau darah muda sang Ksatria Bergitar itu masih meledak-ledak, mungkin saja dia bakal begadang ke...

Peleton Beringin Sepakat Tolak Azis

“Dalam hidupku, saya tidak pernah belajar sesuatu dari seorang yang selalu setuju denganku.” PinterPolitik.com Surat sakti mandraguna Papa mengawali kisah baru yang bernasib pilu yaitu tak...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...