HomeCelotehMungkinkah Gerindra Ganti Ketua Umum?

Mungkinkah Gerindra Ganti Ketua Umum?

Kecil Besar

“Bukan seberapa besar kita memberi, tapi seberapa banyak cinta yang kita berikan”. – Mother Teresa


PinterPolitik.com

Udah dimasakin nasi goreng, diundang ke acara Kongres PDIP dan dikasih kursi spesial, tapi apa coba balasan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto atas semua perlakukan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri? Masa cuma diundang ke acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) aja sih?

Ibaratnya, Kongres itu selevel batu berlian, kalau Rakernas mah cuma selevel gundu doang. Upss.

Iya lah. Kongres aja yang mewah, meriah, dan dinanti-nantikan karena juga menyangkut pemilihan ketum partai. Sedangkan Rakernas kan cuma rapat internal rutin partai di awal atau pertengahan tahun aja.

Tapi, emangnya Partai Gerindra itu punya acara macam Kongres PDIP gitu nggak yak? Bukannya Gerindra itu mirip kayak PDIP yang ketumnya cuma itu-itu doang yak?

Eitss. Siapa yang bilang kalau PDIP itu sama kayak Partai Gerindra.

Kalau PDIP itu tuh masih demokrasi, soalnya Kongres rutin berjalan 5 tahun sekali, walaupun Megawati selalu menang secara aklamasi dalam setiap Kongres. Sementara, Partai Gerindra aing juga nggak tahu deh menganut sistem apa.

Pada tahun 2014 lalu, Gerindra sempat dikritik oleh ekonom Faisal Basri yang meragukan komitmen demokrasi partai itu. Pasalnya, saat itu Gerindra belum pernah melakukan Kongres, dan baru sekali melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB).

Kongres pertama Gerindra aja dibikin gara-gara mantan Ketum Gerindra Suhardi meninggal dunia di tahun 2014. Itu pun bukan Kongres loh, tapi KLB. Ya bisa dibilang, setingkat di bawah level-nya Kongres lah.

Padahal kalau melihat di AD/ART-nya Partai Gerindra, seharusnya Kongres pemilihan ketum partai tuh dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tapi, almarhum Suhardi aja menjabat di Partai Gerindra selama 6 tahun hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Gerindra sih pernah membantah dan menyebutkan bahwa Kongres partai tersebut selalu dilakukan secara tertutup. Tapi masa acara yang tertutup itu mau ngundang Megawati?

Nah, terus tahun ini juga belum kedengeran adanya wacana tentang Kongres Partai Gerindra tuh. Jangan-jangan Kongres Partai Gerindra yang selanjutnya, baru akan diadakan setelah maut memisahkan Prabowo dari Gerindra lagi? Upss.

Eh, tapi jangan suudzon dulu ah. Kali aja Gerindra masih sibuk tek-tokan soal rekonsiliasi alias “kumbo”. Jadinya nggak sempet untuk merencanakan untuk bikin Kongres deh.

Makanya deh, Megawati cuma diundang ke acara se-level Rakernas aja. Daripada nggak diundang sama sekali kan.

Yaudah deh. Kita tunggu aja apakah Prabowo masih akan undang Megawati kalau ada Kongres di tahun 2020 nanti. Hehehe. (R50)

► Ingin video menarik lainnya? Klik di: http://bit.ly/PinterPolitik

Baca juga :  Menyikap Tubir Milbus
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Di Balik Nadiem Menteri Jokowi

Sehari setelah pelantikan presiden, Jokowi memanggil sejumlah pihak ke Istana yang ditengarai sebagai calon-calon menteri yang akan mengisi kabinet pada periode kedua kepemimpinannya. Di...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006) PinterPolitik.com Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu...

Menyingkap Ngabalinisasi ala Rocky Gerung

Rocky Gerung menyebut para ketum parpol koalisi tengah alami Ngabalinisasi. Apa sebenarnya arti kata Ngabalinisasi?

Kemelut FPI Bukan PKI

"Tidak ada ketentuan pidana yang melarang menyebarkan konten FPI karenanya siapa pun yang mengedarkan konten FPI tidak dapat dipidana. Sekali lagi objek larangan adalah...

Formula Bang Oma di Balai Kota

Pelantikan Anies – Sandi mendatang siap digoyang Soneta. Goyang, Bang~ PinterPolitik.com Kalau darah muda sang Ksatria Bergitar itu masih meledak-ledak, mungkin saja dia bakal begadang ke...

More Stories

Ibu Kota Baru “Sarang” Pengembang?

“Mohon maaf saya baca naskahnya itu naskah ya power point dan gambar gambarnya itu banyak yang unik-unik lah. Masa disebut membangun hunian yang layak,...

Ahok Cawapres Anies di 2024?

“Menjadi seorang pejabat itu adalah pekerjaan yang mulia karena dengan jadi pejabat ada banyak orang yang bisa kita tolong.” – Basuki Tjahaja Purnama alias...

Rombak Direksi, Rini Membangkang Jokowi?

“Aku memberontak, maka itu aku ada.” – Albert Camus PinterPolitik.com Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan kukuh mau merombak 4 direksi bank BUMN dan 1 anak perusahaan...