HomeCeloteh100 Ribu, Sandi Bisa Beli Jokowi?

100 Ribu, Sandi Bisa Beli Jokowi?

Kecil Besar

 “Presiden itu budak rakyat? Yakin mau dibilang budak?”


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]etelah Sandiaga Uno berkunjung ke Bangka Belitung akhirnya doi sampai juga ke Kota Palembang. Nah, di kota pempek itu Sandiaga kembali menyapa dan menyerap aspirasi warga yang diklaim banyak keluhan terkait kondisi stabilitas perekonomian. Ckckck.

Memang sih zaman Jokowi banyak yang mengeluh apa-apa mahal, apalagi dolar sudah semakin berprestasi mencapai angka Rp 15 ribu. Tapi yang jadi pertanyaannya, apa ada ya warga yang bertemu dengan pemimpin atau calon pemimpin terus bilang gini:

“Bang Sandi, alhamdulillah ya zaman Jokowi enak, pembangunan lancar, apa-apa mudah ngurusnya. Beda kayak yang dulu-dulu. Mending Bang Sandi enggak usah capek-capek deh lawan Jokowi, warga sini enggak masalah kok dengan dolar, BBM, listrik dan yang lainnya naik.”

Atau sebaliknya ada yang bicara seperti ini saat warga bertemu Jokowi:

“Pak Jokowi, alhamdulillah ya, apa-apa udah naik, dolar juga udah naik pak. Mending ga usah repot-repot jadi presiden deh, urus Jakarta lagi aja sama Ahok, biar Prabowo sama Sandi aja yang gantiin bapak, #2019gantiankeles”. Share on X

Nah ada enggak cuy warga yang kalau ketemu pemimpinnya ngomong gitu? Kalau ada, top empat jempol deh buat warga tersebut. Wkwkwk.

Tapi sih, intinya Sandi mengaku sudah berhasil mendengarkan aspirasi dari Ibu Ina Sumarno. Emak-emak yang merupakan pensiunan PNS. Kata Sandi, walaupun si ibu berpenghasilan tetap, namun ia mengeluhkan ketika mau belanja. Katanya bawa uang Rp 100 ribu, uang kertas pecahan terbesar, masih sulit mendapatkan macam-macam.

Hmmm, bang, baru sekali turun ke jalan apa gimana sih? Kok banyak orang pada cekikik ya. Emang bisa ya suara dari satu orang langsung kita tarik kesimpulan yang general gitu? Apa mungkin macam-macam yang dimaksud ibu dan Sandi itu seperti beli HP, DP kredit rumah, atau motor kali ya? Kalau itu mah emang kemahalan kali harga barangnya bang. Wkwkwkwk, kecuali kalau bang Sandi mau nyediain yang murah, pasti deh banyak yang dukung. Tak hanya itu, Sandiaga juga mengaku menerima keluhan warga terkait ketersediaan BBM yang terjangkau. Salah satu keluhan tersebut didapatkan dari ibu Sumarni yang merupakan mantan kepala sekolah.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Wih, kalau yang ini sepakat banget nih, BBM naik tinggi banget loh! Apalagi jenis Pertamax, jadi kan sekelas mantan kepala sekolah kayak ibu itu sulit beli bensin non-subsidi. Betul apa betul cuy? Wkwkwk.

Jadi intinya mah Sandiaga telah mendapat banyak keluhan di lapangan, mulai dari kenaikan harga sampai kenaikan kriteria pelamar kerja yang membuat  sulitnya mendapat pekerjaan. Alhasil zaman Jokowi diklaim punya banyak pengangguran.

Sepakat kah kalian dengan fakta yang ditemukan Sandi di lapangan? Hmmm, pasti enggak sepakat lah, kan kalian cebong. Wkwkwk, bercanda yaa! Mau cebong atau kampret, kita tunggu aja deh nanti gimana sih keseruan narasinya Sandi dan argumentasi Jokowi di debat Pilpres 2019. Eh, tapi awas loh ya kalau sudah denger keduanya berdebat, jangan sampai golput ya! (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...