HomeCelotehAirlangga “Paksa” Koalisi Minum Parasetamol

Airlangga “Paksa” Koalisi Minum Parasetamol

Kecil Besar

“Dalam diri ini siapa yang pegang kendali? Hati, pikiran atau syaraf di dengkul?”


Pinterpolitik.com

[dropcap]G[/dropcap]engs, apa kalian tahu kalau parasetamol adalah obat analgesik dan anti piretik yang populer digunakan untuk meredakan sakit kepala? Nah, konon katanya, obat ini juga biasa dianjurkan dalam sebagian besar resep obat di dunia medis loh.

Duh, kalian bingung ya kenapa eyke tiba-tiba bahas parasetamol? Ahahaha, jadi gini gengs, sebenarnya eyke lagi mau menghimbau kepada tim kedokteran istana dan tim pemenangan pendukung Jokowi.

Soalnya beredar kabar kalau Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, menjamin partainya tidak akan main dua kaki dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Menurutnya, dukungan Partai Golkar di Pilpres juga tidak akan terpecah seperti dalam Pilpres 2014 lalu. Weleh-weleh.

Kok Partai Golkar menjamin bakal setia ya? Eyke malah tetap bahas parasetamol, apa yang aneh coba? Nah, justru itu gengs, yang aneh malah kalau Partai Golkar mendadak setia. Gimana menurut kalian, apa masih yakin kalau Partai Golkar itu setia dan enggak akan main dua kaki? Hehehe.

Kayaknya enggak aneh ya gengs kalau Partai Golkar dinilai akan main dua kaki. Toh jika kita meninjau pada sejarahnya, partai ini sudah biasa dikenal sebagai presidential party atau partai yang gemar mencari jatah kursi di kabinet dari si pemenang Pemilu. Betul apa betul?

Nah, jadi bukan sebuah jaminan dong apa yang dikatakan Airlangga di Rapimnas maupun di Munas bahwa partainya akan setia dan tidak dua kaki mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Ckckck.

Apa yang dikatakan Airlangga memang benar gengs. Partai Golkar tidak akan main dua kaki, tetapi lebih tepatnya lagi Partai Golkar akan main empat kaki. Wkwkwk. Kok bisa?

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia
Tim medis di istana memang harus sering mengontrol penggunaan parasetamol. Takutnya Jokowi dan koalisi mendadak jadi candu parasetamol karena mereka lagi pada pusing ngeliat Partai Golkar yang setiap hari kakinya semakin banyak. Share on X

Bisa lah gengs, coba saja lihat tuh. Kaki yang pertama adalah kakinya Airlangga yang mendukung Jokowi. Kaki yang kedua adalah kakinya Aburizal Bakrie alias Ical yang condong mendukung Prabowo-Sandi. Kaki ketiga ada di Jusuf Kalla yang sempat mendorong Anies Baswedan dan sekarang entah tulus ke Jokowi atau gimana. Dan kaki terakhir adalah kakinya mesin politik Golkar yang golput malas medukung Jokowi dan Prabowo sebab bingung mau ikut kaki satu, dua, atau tiga, sambil nunggu dikasih duit wkwkwkwk.

Jadi intinya seperti apa yang dikatakan Partai Nasdem aja deh gengs, kalau Ical itu lebih baik diam saja dan urusin tuh kakus Lumpur Lapindo. Uppss typo lagi nih gengs wkwkwk. Maksudnya “kasus”.

Tim medis di istana memang harus sering mengontrol penggunaan parasetamol. Takutnya Jokowi dan koalisi mendadak jadi candu parasetamol karena mereka lagi pada pusing ngeliat Partai Golkar yang setiap hari kakinya semakin banyak. Mungkin mereka juga lagi mikir, ini Golkar isinya orang atau kodok, kok kakinya bisa ada empat gitu? Cebong mah lewat. Wkwkwkw. (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...