HomeCelotehGimik Haedar di Istana Presiden?

Gimik Haedar di Istana Presiden?

Kecil Besar

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?”


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]etua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk Presiden Joko Widodo. Usul itu disampaikan saat Jokowi menerima 177 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara.

Tapi nih gengs, kata Haedar pemberian usul itu bukan berarti Muhammadiyah mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Wanjay gokil bossque, engak ada takut-takutnya sama Paspamres doi gengs wkwkwkw.

Menurutnya Muhammadiyah akan tetap dalam posisi sebagai ormas, tapi mereka akan terus beri masukan jika pemerintahan ini diberi peluang lagi oleh rakyat. Ini nih baru progresif, tapi awas loh kalau cuman gimik doang pak! Weleh-weleh.

Mereka juga pastikan kalau bertemu calon presiden yang lain, mereka akan bersikap sama. Hmmm, tapi kalau Mahfud MD jadi cawapresnya Jokowi, apa yakin tuh mereka akan bersikap sama? Ahahaha, sudahlah gengs, jangan diperdebatkan. Topik kali ini berkaitan dengan para Ulama loh, awas nanti kualat!

Menurut dia, menjelang Pemilu 2019, Muhammadiyah lebih memilih bicara mengenai solusi untuk masa depan bangsa secara menyeluruh.

Muhammadiyah meyakinkan akan lebih baik dari hulu. Jadi mereka beri masukan-masukan agar proses politik ke depan tidak hanya bicara soal wapres saja, tetapi juga berbicara tentang kebijakan strategis. Asli, makin kesemsem nih eyke. Tapi benar ya kebijakan strategis, bukan jabatan strategis. Hehehe.

Oh iya gengs, nih beberapa poin usulan Haedar untuk Nawacita II, yakni menjadikan nilai agama sebagai nilai luhur dalam berbangsa dan bernegara sebagai wujud sila pertama Pancasila, lalu menjadikan Pancasila sebagai landasan filosofi alam pikir seluruh bangsa dan negara, kemudian menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial sebagai usaha untuk mengatasi kesenjangan sosial, mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara agar Indonesia bisa jadi bangsa yang kokoh, serta penguatan daya saing SDM untuk berkompetisi di ranah global.

Yups, gimana nih menurut kalian terkait tawaran dari Muhammadiyah? Perlu ditambahkan lagi? Atau perlu dikritisi? Kalau eyke sih sudah gatal melihat poin-poin ini gengs.

Andaikan saja ada yang teriak seperti ini:

“Hey tidak usah bicara banyak persoalan program tahun depan, itu lihat poros maritim Indonesia! Mana janjinya? Gak usah deh ngomong poros maritim, itu urus aja dulu Flight Information Region (FIR) dari Singapura. Gitu aja kok repot!” (G35)   

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...