HomeCelotehMenanti Kepala Daerah Bersih

Menanti Kepala Daerah Bersih

Kecil Besar

“Kami melihat beberapa calon kepala daerah yang mau kompetisi di Pilkada yang akan datang terindikasi korupsi. Ini peringatan keras buat yang lain terutama incumbent (agar tidak melakukan hal yang sama),” ~ Ketua KPK, Agus Rahardjo.


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]ereksposnya pemberitaan mengenai sembilan calon kepala daerah yang terjerat kasus korupsi di tengah hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018, seakan menyayat hati para pemilik suara. Gimana gak? Suara yang cuma satu-satunya ini ternyata diberikan kepada orang yang mengkhianati kepercayaan rakyat.

Angka sembilan orang tersebut memang gak banyak sih dibanding jumlah kepala daerah yang ada. Tapi kenyataan itu tetap aja mencederai kepercayaan yang telah diberikan rakyat pada calon pemimpinnya. Cuma bikin keki memilih pemimpin daerah yang haus harta dan jabatan. Eike mah ogah milih kayak gitu.

Para calon kepala daerah ini memang pintar memainkan perannya disaat Pemilu kayak gini. Giliran saat kampanye, pasti mereka menebar janji manis dan segala program yang ciamik pada masyarakat. Eh, pas udah menjabat, dia malah menghilang menjauh dari rakyat. Tau-tau denger kabarnya udah tercyduck KPK.

Hadeuh, ada-ada aja yang tingkah polah para calon kepala daerah ini. Bikin eike gemes mau cubit pipi mereka sampe merah merona, biar gak melakukan hal yang melanggar hukum. Padahal mereka itu tau loh jabatan yang diembannya itu adalah amanah dari rakyat, tapi kok masih aja kepincut mau korupsi.

Udah lah, masyarakat nanti gak usah milih calon kepala daerah yang kayak gini. Pilih tuh yang memberikan visi misi yang konkret dan bisa dipertanggung jawabkan. Jangan memilih cuma karena terpesona dan terbuai dengan janji angin surga. Apalagi memilih cuma atas dasar kesamaan agama doang, cape deh.

Nah biar kalian bisa memilih calon kepala daerah dengan baik nih eike kasi tipsnya dari saran Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem): Pertama, kenali kebutuhanmu. Dengan mengetahui kebutuhan diri kita di daerah, maka kita bisa menyesuaikan pilihan pada calon kepala daerah yang tepat.

Kedua, cermati masalah di daerahmu. Kalian harus tau masalah apa yang sedang dihadapi daerahmu sendiri, dengan demikian nanti bisa dicari calon kepala daerah yang bisa membantu memberikan jalan keluar atas permasalahan tersebut. Ketiga, ketahui visi-misi dan program kandidat. Selengkapnya bisa kalian cek di web KPU. Keempat, cari tahu rekam jejak kandidat. Kalau dulu dia pernah memimpin, tapi gak berhasil, ya mending jangan dipilih. Tapi kalau sebaliknya, nah itu yang sebaiknya kalian pilih. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...