HomeCelotehAwas, Mau Dipukul Moeldoko

Awas, Mau Dipukul Moeldoko

Kecil Besar

“Ku telah terlampau lelah, berilah aku waktu sesaat. Untuk membasuh luka, untuk membasuh jiwa agar suci lagi. Meski hanya sehari.” ~ Navicula


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]elain Polisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga patut diperhitungkan oleh para penjahat dan pelanggar hukum yang berada di Indonesia. Pasalnya lembaga ini memiliki ribuan anggota yang profesional dan terlatih gengs.

Seleksi perekrutan yang cukup ketat dan berat membuat anggota yang tergabung di dalamnya sangat terampil, cerdas dan kuat “sangar”.

Bagaimana tidak, TNI sudah melahirkan banyak prestasi di dalam negeri maupun luar negeri, dan sering kali disebut-sebut sebagai “manusia super” oleh tentara asing.

Contonya gengs, tentara Amerika Serikat yang sering berlatih dengan TNI selalu dibuat duduk terdiam dengan rahang yang terbuka lebar melihat kekuatan dan kemampuan TNI kita.

Kalo sudah tahu gitu, apa kalian masih meragukan kesangaran TNI? Berani kalian bikin perkara sama TNI? Ahaha mikir dua kali deh gengs.

Bukan hanya anggota aktif saja gengs yang bikin bulu kuduk berdiri, purnawirawan sekelas Moeldoko juga masih terlihat sangar, wow gengs. Wuuuu coba saja lihat komentar dia untuk Pilkada nanti.

Dengan nada yang santai, dia mengungkapkan: “Tapi janganlah isu SARA digunakan! Karena begitu memasuki area itu, sesungguhnya nanti pada akhirnya akan memukul dirinya sendiri.” Widih, ayo siapa yang mau mukul diri sendiri hehehe.

Jika lihat Pak Moeldoko marah tuh gengs, hati ini terasa bergetar seperti melihat anjing herder gonggong tepat di depan mata kalian, lalu ikatanya lepas, sementara pemiliknya lagi pergi entah ke mana. Nah gimana tuh rasanya? Ahahaha.

Eh, tapi sebenarnya enggak kok gengs. Moeldoko itu nggak seseram apa yang digambarkan di atas. Sosoknya memang keras tapi itu simbol dari ketegasan sebagai tokoh politik nasional. Hehehe becanda ya pak.

Bukti ketegasan Moeldoko terlihat dari imbauan yang dikeluarkanya.  Dia sempat berpesan kepada masyarakat terutama partai dan simpatisannya, untuk tidak coba-coba mengangkat isu SARA yang memunculkan pertikaian dan konflik.

Politik di Indonesia sudah mendekati masa kampanye Pemilihan Umum Presiden di tahun 2019. Imbauan itu bertujuan menghindari kondisi politik seperti yang sempat terjadi pada Pilkada DKI Jakarta.

Kalau digambarkan, panasnya Pilkada saat itu seperti tengah hari di siang bolong sambil jajan cireng telor pakai sambal plus micin rasa-rasa, plus bumbu lada, plus pas lagi makan ada Kopaja oranye yang numpang lewat di sebelah persis, dan abang supirnya nggak sengaja ngegeber gas. Ditambah lagi, mantan kekasih lewat sambil dirangkul sama cowok barunya, dan pas mau bayar ternyata uangnya kurang.

Jleb, rasanya ingin berkata kasar gengs. Kasaaaarrr. Hahaha.

Hmmm, sudahlah, yang tepenting gengs, di tahun 2019, kita harus dewasa dan tidak termakan isu propaganda kelompok tertentu. Pilihlah pemimpin menurut hati nuranimu, seperti yang diungkapkan Soekarno: “Pemilihan umum jangan menjadi tempat pertempuran, perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan bangsa Indonesia.” (G11)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...