HomeCelotehGolkar Pensiunkan Jusuf Kalla

Golkar Pensiunkan Jusuf Kalla

Kecil Besar

“Jadi jika permohonan uji materil Pasal 169 huruf (n) UU Pemilu beserta penjelasan itu ditolak oleh MK, maka secara yuridis formal, ketentuan tersebut tetap berlaku dan mengikat.” ~ Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]epertinya duduk di kursi RI-2 bikin seorang Jusuf Kalla (JK) lupa mengenai amanat konstitusi mengenai ketentuan tidak dibolehkannya seorang Wakil Presiden menjabat lebih dari dua kali. Hal Ini pula yang membuat mantan Ketua Umum Golkar periode 2004-2009 menginginkan adanya uji materil Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf I, Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Eike rasa bukan karena haus jabatan kok. Ya palingan cuma karena kursi RI-2 terasa empuk banget waktu diduduki, sampe lupa daratan ingin menjabat meski harus merubah Undang-Undang. Parah bet. Padahal pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden, merupakan cita-cita demokrasi dan reformasi.

Hadeuh, kayaknya bener kelam mata nih si JK. Udah lah gak usah maksa lagi harus menjabat. Serahin aja sama generasi zaman now. Generasi zaman old mah pensiun aja, gak usah ngeriweuh. Ya meski usia udah termasuk udzur, tapi semangat JK untuk duduk kembali di kursi RI-2 melebihi generasi muda zaman now.

Nah gegera, semangat ’45-nya itu, terpaksa deh Golkar menstop langkah seniornya itu. Karen Dewan Pakar Golkar saat ini tenagh mendorong Mahkamah Konstitusi (MK) agar menolak uji materil soal masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Berani juga Golkar menghalangi langkah mantan ketua umumnya.

Lagian untuk saat sekarang ini, Golkar juga udah punya jagoan baru yang berpotensi bisa menjadi Cawapres untuk mendampingin Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Yup, siapa lagi kalau bukan Airlangga Hartarto. Jokowi-Airlangga untuk 2019? Mmm, kece badai lah ya mereka berdua. Mantap jiwa.

Artinya saat ini JK udah didepak gak dianggep lagi sebagai bagian dari Golkar. Toh sehormat-hormatnya junior ke senior, seniornya harus tetep tau diri lah ya. Kalau udah waktunya turun dan gantian, ya jangan ngebalelo. Apalagi pake bikin planning mengubah perudang-undangan. Gak gantle banget sih jadi cowo!

Baca juga :  Dahsyatnya “Buahlil Fever”

Mungkin dalam pikiran JK, dia berharap agar dirinya kembali muda lagi. Karena sesungguhnya jiwa JK hingga kini masih muda, hanya saja fisiknya aja yang menurut eike memang tergolong udah terlalu tua untuk menjadi Pemimpin negeri ini. Andai JK merenungkan perkataan filsuf Jonathan Swift (1667-1745): “Every man desires to live long, but no man wishes to be old.” (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...