HomeCelotehPKS Baper ‘Digantungin’ Prabowo

PKS Baper ‘Digantungin’ Prabowo

Kecil Besar

“Kita juga tidak bisa saling mendikte, PKS tidak bisa mendikte Gerindra, begitu juga sebaliknya. Sekali lagi kami komitmennya adalah untuk menghadirkan 2019 ganti presiden,” ~ Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]ubungan mesrah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memang bikin partai lain suka cemburu ngeliatnya. Gimana gak gitu, dua partai ini bak pasangan muda-mudi yang nempel kayak perangko. Eits, apa itu artinya cinta mereka terjalin dua arah? Jangan-jangan cuma PKS-nya aja yang kepedean deketin Gerindra. Gerindra sendiri mah biasa aja perasaannya. Mamam tuh cinta!

Buktinya tenggat waktu yang diberikan PKS pada Gerindra untuk segera mendeklarasikan Cawapres bagi Prabowo Subianto sebelum bulan Ramadan gak kunjung dilakukan. Malahan Gerindra pura-pura ‘amnesia’, kok permintaan partai yang setia menemaninya ini gak kunjung digubris. PKS di-PHP-in kali tuh!

Cinta PKS ke Gerindra ini serasa bertepuk sebelah tangan ya kayak judul lagu Dewa-19 “Pupus”. Wah, makjleb getir tuh rasanya di hati. Percaya deh, sebaik-baiknya orang kalau mencintai, pasti akan sakit hati juga seandainya cintanya ‘dikacangin’. Apalagi kalau ujung-ujungnya si doi malah melirik yang lain. KZL!

Sifat Gerindra yang gak kunjung tegas mendeklarasikan Cawapres Prabowo dari PKS ini makin bikin keki. Curiganya Gerindra sengaja ngelamain pendeklarasian ini hingga mendekati pendaftaran Capres pada awal Agustus nanti. Kalau udah gitu, PKS kan makin terpenjara gak bisa gerak membelot ke lain hati. Wadezig.

Jangan salah, pasangan kalau udah sakit hati kelamaan ‘dikacangin’ itu bisa balas dendam dengan dingin loh. Emangnya yakin Prabowo akan jadi Capres jika didukung PKS? Gak juga loh! Kerna lama digantungin gini, bisa aja PKS nanti meminang Gatot Nurmantyo sebagai kandidat Capres pengganti Prabowo.

Baca juga :  Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Terus Cawapresnya tetep dari PKS deh. Nah bisa menang banyak tuh PKS. Sa ae lau, hahaha. Saat itu tiba, Prabowo cuma bisa gigit jari karena hanya bisa menjadi ‘King Maker’ dan bertanya: “Eta terangkanlah!” PKS pun menjawab: “Lo gue end!” Hahaha. Makannya Prabowo tuh jangan suka Maju Mundur Cantik! Karena seseorang yang terlalu keras kepala dan tidak bijaksana akan berakhir menyedihkan. Ya seperti halnya yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778): “He who is not just is severe, he who is not wise is sad.” (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...