HomeCelotehGatot Si Capres Medsos

Gatot Si Capres Medsos

Kecil Besar

“Salah satu agenda kami menjalin silaturahmi kepada partai-partai yang ada di Indonesia ini. Bukan cuma Partai Bulan Bintang. Banyak partai sudah kita kirim surat untuk meminta audiensi.”~ Sekjen RSPN Sumiarsi.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ebagai Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo paling tau lah mengenai potensi Perang Proxy melalui Media Sosial. Sekarang ini udah gak zamannya adu kekuatan secara fisik. Semua dilakukan melalui alunan jempol di layar touchscreen smartphone kita coeg.

Itu sebabnya mulai muncul ‘Gerakan 10 Juta Like Mandat Rakyat untuk Gatot Nurmantyo’ di jejaring sosial Facebook. Page di Facebook ini baru saja dibuat pada Kamis (12/4). Meski baru dibuat, akun fanpage ini sekarang sudah mendapatkan 6.129 like loh. Tapi buzzer bukan tuh yang nge-like.

Ini iseng apa serius sih. Yang bikin page-nya siapa sih, kok jadi kepo nih eike. Sejauh ini sih memang belum ketahuan siapa yang bikin page ini. Nanti paling juga diklaim sebagai gerakan yang murni datang dari rakyat, sa ae lau. Tapi kalau ternyata cuma dapat dikit like-nya, diapus deh page-nya, buahahaha.

Dari pada malu, iya gak. Ya bener dung diapus aja. Wah, kayaknya Gatot niru-niru strateginya Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang saat ini juga masif mengkampanyekan dirinya sebagai Capres lewat media sosial. Cie caranya samaan nih ye, prikitiew.

Gatot Si Capres Medsos

Padahal kan udah punya dua kelompok relawan yang telah mendeklarasikan dukungannya kepada Gatot. Keduanya adalah Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR) dan Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN). Tapi rasanya kurang lah ya kalau gak ikut ngeriweuh di media sosial. Biar kekinian gitu loh.

Tapi apalah arti dukungan di media sosial itu tanpa adanya dukungan dari partai pengusung. Hingga saat ini, Gatot memang belum mendapat dukungan resmi dari parpol. Padahal syarat untuk maju di Pilpres 2019 adalah mendapat dukungan dari gabungan partai yang memiliki suara sah Pemilu 2014 minimal 25%.

Apakah ini artinya Gatot seperti yang dikatakan oleh Erasmus of Rotterdam (1466-1536), bahwa Ada beberapa orang yang hidup di dunia mimpi, dan ada beberapa yang menghadapi kenyataan. Jadi Gatot mau jadi Capres tanpa ada Parpol yang mengusung nih? Ngimpi kali ya. Eh, tetep bisa kok jadi Capres, tapi Capres di Medsos aja maksudnya, buahahaha. (K16)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...