HomeCelotehUstad Somad PDKT ‘Mahmud’

Ustad Somad PDKT ‘Mahmud’

“Nanti akan saya bilang dengan Ustadz Somad agar bicara soal stunting. Karena kadang-kadang ulama lebih didengar daripada petugas kesehatan.” ~ Wakil Presiden Jusuf Kalla.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]esona Ustad Abdul Somad Batubara memang memiliki daya tariknya tersendiri di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas umat Islam. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap pesonanya ini baik, seandainya dipadukan dengan sosialisasi program pemerintah. Sa Ae Lau JK, hahaha.

JK memang berniat akan menggandeng pemuka agama untuk Pendekatan (PDKT) ke masyarakat, dalam mensosialisasikan pencegahan stunting. Ibarat Juru Kampanye, Ustad Somad nanti akan diembankan tugas untuk berdakwah memberikan pemahaman bahaya stunting. Semacam duta stunting dung ya? Warbyasah.

Bagi yang belum tau apa itu stunting, nih ya eike kasih tau. Secara sederhana, stunting bisa disebut sebagai masalah gizi buruk pada anak. Dua dampaknya, yaitu pertumbuhan anak menjadi tidak maksimal (bertumbuh pendek) dan terganggunya perkembangan fungsi otak anak. Ya ampun kician-nya.

Berdasarkan data WHO, Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Lha, kok bisa sih? Di saat gedung pencakar langit berdiri di perkotaan, dan di saat pembangunan infrastruktur masif di berbagai pelosok negeri ini, eh kok ya masih ada permasalahan stunting ini!

Memang gak bisa dipungkiri, pemahaman para Mamah Muda (Mahmud) mengenai nilai gizi yang diberikan pada anak sangat menentukan, apakah kelak si anak akan menderita stunting atau gak. Kalau kata ahlinya, 1000 hari pertama kehidupan adalah kunci mencegah anak agar tidak mengalami stunting.

Kayaknya di negeri ini lebih susah menangani permasalahan stunting dari pada korupsi. Karena permasalahan korupsi kan ada sedikit unsur politis. Kalau yang korupsi itu lawan politik, ya sikat breh lewat KPK, jangan kasih kendor. Lha ini, masalah stunting ya kali bisa digituin juga. PR banget ini buat Pemerintah!

Pemerintah memang keliatan keteteran untuk masalah yang satu ini. Untuk itu mereka perlu mendapat backup dari para ulama untuk mengedukasi para Mahmud. Dan Ustad kekinian yang lagi ngehits banget, ya Ustad Abdul Somad yang satu itu. Diharapkan para Mahmud nanti akan menuruti nasehat dari Pak Ustad agar meningkatkan nilai gizi pada anak mereka, terutama di 1000 hari pertama kehidupan.

By the way, anyway, busway, emangnya aman nih Ustad Somad bergerumul dengan Mahmud nantinya? Ati-ati Pak Ustad, bisa-bisa cinlok loh. Ibarat jajanan cilok nih ya, Mahmud juga gurih gurih nyoi loh. Unch unch gitu deh. Lumayan lah ya, sambil menyelam minum air. Tapi jangan tergoda lah Pak Ustad, inget istri di rumah, hahaha. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...