HomeCelotehRupiah Melemah, Salah Siapa?

Rupiah Melemah, Salah Siapa?

Kecil Besar

“Kalau (Penurunan Nilai Mata Uang) arusnya berasal dari pernyataannya Mr Powell (The Fed) atau Presiden Trump, itukan seluruh dunia terpengaruh. Jadi kita menjaga supaya nilai tukar Rupiah tidak mendapatkan sentimen berlebih dibandingkan yang berasal dari luar.” ~ Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.


PinterPolitik.com

[dropcap]N[/dropcap]ilai tukar Rupiah kembali bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 7 Maret. Rupiah bahkan terpantau tembus ke level Rp13.720 per dollar AS. Yah, nilai Rupiah jangan melemah terus dung. Kan serem kalau sampai kayak zaman Krismon (Krisis Moneter) tahun 1998/1999.

Saat Krismon 1998, nilai Rupiah memang berada pada titik Nolnya, yaitu Rp17.000 per dollar AS, atau terdepresiasi lebih dari 80 persen. Dibanding nilai rupiah sekarang ini, memang masih jauh dari kata mengkhawatirkan. Lalu kenapa harus panik kebakaran jenggot?

Yang panik sih gak ada. Tapi yang ngerusuh biar seakan-akan perlu menyikapi berlebih sih ada. Siapa tuh orangnya? Siapa lagi kalau bukan Anggota Dewan Yang Terhormat, Fadli Zon itu. Lagi-lagi dia melontarkan kritikannya pada Pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Demen banget cari sensasi ya, Bang Fadli ini.

Fadli menilai, saat ini upaya pemerintah yang diwakili Kementerian Keuangan untuk memperkuat nilai tukar rupiah belum optimal. Padahal, saat ini sudah ada intervensi dari Bank Indonesia. Dia merasa aneh aja karena Pemerintah Indonesia selalu bangga dengan pujian International Monetary Fund (IMF) atas kinerja ekonomi yang baik. Padahal, aslinya di lapangan sedang mengalami krisis.

Nah, artinya nih Sri Mulyani dianggep jarang main di lapangan, jadi ga tau kondisi riilnya. Walah walah. Masa Sri Mulyani yang dinobatkan sebagai Menteri Terbaik Dunia dianggep gak tau situasi riil di lapangan? Pencemaran nama baik nih ke Ibu Sri Mulyani! eh, gak deng, becanda, hahaha.

Palingan Sri Mulyani bakal bilang sabodo teuing ke Fadli Zon. Pasalnya, Sri Mulyani beranggapan pelemahan rupiah belakangan ini lebih dikarenakan sentimen yang berasal dari AS. Salah satunya pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengindikasikan bakal adanya kenaikan suku bunga acuan The Fed. Oh begitu toh Bu.

Pernyataan itu memengaruhi persepsi pelaku pasar AS. Pelaku pasar AS yang selama ini menempatkan dananya di berbagai negara termasuk di Indonesia, akhirnya menarik dana tersebut. Begitulah kira-kira asumsi dasar kenapa nilai tukar rupiah sedang melemah saat ini. Jadi kalau Fadli Zon menganggap situasi nilai uang Rupiah berpotensi seperti dulu (zaman krismon), ya jauh lah ya.

Menurut Sri Mulyani, terlalu prematur buat berasumsi ke sana. Kayaknya sebelum cuap-cuap masalah ekonomi, Bang Fadli harusnya ngambil mata kuliah umum ekonomi dari Bu Sri Mulyani dulu deh. Biar pinter dikit gitu maksudnya hahaha. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...