HomeCelotehDPR Wajib Disemprit

DPR Wajib Disemprit

Kecil Besar

Dalam salah satu pasal di UU MD3, dinyatakan kalau siapapun yang mengkritik DPR maupun anggotanya dapat dipidanakan. Waduh, DPR perlu disemprit nih.


PinterPolitik.com

“Jika mereka dikasih keistimewaan, maka serentak negara akan hancur karena itu artinya memberikan peluang pada penguasa atau elit untuk bertindak melawan hukum sesuka mereka dengan kekuasaan yang ada pada mereka.” ~ Peneliti Formappi Lucius Karus

[dropcap]U[/dropcap]ndang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang baru saja disahkan menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya tentu dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) yang merupakan lembaga swadaya masyarakat khusus untuk mengawasi lembaga perwakilan rakyat tersebut.

Tapi sebenarnya, apa sih yang membuat Formappi begitu resah sampai-sampai mengatakan kalau negara bisa hancur segala? Ternyata, pasal yang memungkinkan DPR mengkriminalisasi para pengkritiknya itu yang bikin Formappi dan pastinya seluruh masyarakat uring-uringan.

Kok bisa-bisanya, anggota DPR yang kerap nyinyir tentang pasal penghinaan presiden mereka anggap sebagai pengekangan kebebasan berpendapat, malah membuat pasal yang bahkan jauh lebih “membelenggu” kebebasan pendapat rakyat? Apakah para anggota DPR ini ingin menjadi kelompok super yang enggak boleh dikritik kalau salah? Hmm, sombong sekali!

Mungkin mereka pikir, kursi yang megah di Senayan itu didapat dengan sendirinya ya, tanpa perlu suara dari rakyat. Apa mereka pikir, kalau sudah jadi anggota DPR terus kekuasaan mereka Maha dari segala-galanya, sehingga tidak boleh dikritik? Lalu apa gunanya rakyat punya perwakilan kalau malah bisa mengkriminalisasi yang diwakili?

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?

Helloow?? Mahasiswa yang tukang semprit dengan kartu kuning kemarin kemana ya? Kok enggak ada suaranya? Apa para mahasiswa itu enggak takut dipenjara kalau mereka protes nantinya? Atau jangan-jangan para mahasiswa lebih senang diwakili oleh para anggota Dewan yang Maha kuasa dan bisa berbuat semaunya? Hmm, kok aneh ya?

Harusnya kan keputusan seperti ini yang layak untuk disemprit. Bagaimana pun, UU MD3 tentang larangan mengkritik DPR itu sudah super lebay. Apalagi selama ini, para anggota DPR itu kerjaannya juga hanya kritik dan komentar negatif tentang pemerintahan saja, padahal kalau urusan kinerjanya sendiri malah impoten. Hadeuh, benar kata Formappi, hancur sudah negara ini! (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...