HomeCelotehMusuh Biru PDIP Bertambah?

Musuh Biru PDIP Bertambah?

Kecil Besar

“Ya, biru itu dulu warna Belanda. Kalau sekarang kan ada warna biru lainnya juga ya. Anies kan banyak warna biru,” – Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP


PinterPolitik.com

Komentar Sekretaris Jenderal PDIPerjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung adanya partai yang bergabung ke dalam barisan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetapi kini telah lepas menjadi sorotan. 

Meskipun saat itu Hasto tidak menyebut langsung partai yang dimaksud, pernyataan kalau partai yang telah mengusung calon presiden sendiri itu mengerucut pada satu partai yang identik dengan warna biru. 

Sebagian warganet langsung mengasosiasikan apa yang dimaksud Hasto itu berkaitan dengan Partai Nasdem yang baru saja mendeklarasikan Anies Baswedan. Hal ini wajar – apalagi lambang Nasdem sendiri kan identik dengan warna biru. 

infografis merah dan biru ditakdirkan berseteru
Merah dan Biru Ditakdirkan Berseteru?

Hmm, kok terkesannya jadi perang warna ya? Kenapa PDIP yang identik dengan warna merah selalu berseteru dengan partai yang punya warna khas biru ya? Sebelum Nasdem, konflik politik PDIP intens dengan Partai Demokrat yang juga identik dengan warna biru. 

Jika dipikir-pikir, seharusnya kan warna itu punya makna yang netral dan universal. Namun, entah kenapa manusia mempunyai kecenderungan untuk memberikan makna tersendiri bagi warna? 

Secara filosofis, warna dapat diartikan sebagai spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna. Kemudian, melalui fisika, ditemukanlah kalau panjang gelombang rupanya menentukan variasi yang selanjutnya akan membentuk berbagai warna. 

Bagi sebagian orang awam, mungkin warna tidak begitu berarti karena hanya menjadi pembeda antara satu dengan yang lain. Namun, bagi seorang seniman, pemilihan dan perpaduan warna tentu sangat menentukan hasil karya mereka. 

Bahkan, sejarah manusia memperlihatkan kepada kita kalau warna dapat ditemukan dalam berbagai spektrum kehidupan, termasuk politik. Dan, dalam politik, warna dikonstruksikan menjadi salah satu identitas partai politik. 

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?

Dalam salah satu artikel Kumparan yang berjudul Asal Mula Warna Politik Biru dan Merah di Amerika Serikat, dijelaskan bahwa warna – khususnya warna merah dan biru sudah lama menjadi simbol politik di Amerika Serikat (AS). 

Merah sering mewakili Partai Republik, dan biru untuk Partai Demokrat. Hal ini dimulai pada akhir 1800-an dan awal 1900-an, yakni ketika Republik sering kali berwarna merah dalam sistem kampanye dan Demokrat sebaliknya. 

Hmm, bagi penggemar sepak bola, ilustrasi ini bisa kita andaikan dengan pertarungan sepak bola deh. Ambil contoh Persija dan Persib. Dua klub sepak bola ini juga mengasosiasi militansi mereka dengan dua warna merah dan biru. 

By the way, jika kita agak kritis, seharusnya identitas dalam ranah politik dapat dikonstruksikan dalam bentuk yang lebih esensial dibanding sekedar warna loh karena persoalan warna ini telah usang dan tidak menguntungkan rakyat.

Sebaiknya, parpol lebih fokus memperdebatkan hal-hal yang bersentuhan dengan raison d’etre,  yakni memberikan dampak langsung kepada masyarakat dari hasil kerja-kerja politiknya.

Alangkah lebih baik jika yang menjadi pembeda antarpartai adalah platform dan gagasan yang akan diperjuangkan mereka. 

Dengan begitu, kita dapat melihat partai bisa mendebat tentang apa yang telah mereka kerjakan untuk rakyat. Warna biarlah menjadi pelengkap – seperti anak-anak yang menyanyikan lagu “Balonku Ada Lima

Hmm, tapi kurang seru juga ya kalau dua biru lawan satu merah, gak adil dong? Kata orang-orang sih, sebenarnya ada satu lagi merah kecil yang mau bantu, tapi keburu dipecahin sama merah yang besar. Jangan pikir itu PSI ya. Upps. Hehehe. (I76)

Baca juga :  “Mixed Feelings” ala Megawati Berlanjut?

Waspadai Operasi Intelijen Nasdem: Akan Masuk 3 Besar di 2024?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...