HomeCelotehLuhut Gajah Mada-nya Jokowi?

Luhut Gajah Mada-nya Jokowi?

Kecil Besar

“Pak Luhut mirip Gajah Mada, lihai hadapi banyak kasus. Kalau turun gunung pasti selesai,” – Adli Bahrun, pengamat sosial Universitas Jakarta (Unija)


PinterPolitik.com

Beberapa hari lalu, sempat viral video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sedang berikan perintah kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto. 

Luhut dengan nada tegas mengatakan tak peduli dengan beking-bekingan dan meminta persoalan yang dihadapi harus tuntas hingga akar-akarnya. 

Video ini mendapat sambutan positif dari sebagian besar warganet karena disandingkan dengan kasus yang saat ini sedang menjadi sorotan, yakni pembunuhan Brigadir Yoshua. 

Setelah video itu tersebar luas, muncul klarifikasi dari Juru Bicara (Jubir) Menko Marves Jodi Mahardi yang membantah video tersebut berkaitan dengan kasus pembunuhan anggota Polri. 

Jodi mencoba meluruskan dengan menyebut bahwa ucapan Luhut dalam video tersebut ditujukan untuk penanganan kasus COVID-19 dalam kapasitasnya sebagai Koordinator PPKM Darurat. 

Meski sempat menimbulkan pemaknaan yang keliru dikarenakan penggiringan konteks terhadap video tersebut, satu hal yang dapat diambil dari peristiwa ini sebenarnya terletak pada dukungan warganet terhadap tindakan Luhut. 

Dengan munculnya Luhut dalam polemik yang melibatkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, mengisyaratkan bahwa masalah ini akan segera selesai. Tentu cara berpikir ini tidak lepas dari stigma banyak pihak terhadap Luhut itu sendiri.

Luhut selama ini dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden, banyak tugas-tugas berat dan juga posisi strategis yang diemban olehnya. Bahkan sebagian orang menilai Luhut sebagai  problem solver di tengah kebuntuan. 

Pengamat sosial dari Universitas Jakarta (Unija) Adli Bahrun, mengibaratkan peran Luhut bagaikan Gajah Mada, yang pada zamannya selalu menyelesaikan banyak persoalan Kerajaan Majapahit. 

image 45
Luhut, Gajah Mada-nya Jokowi?

Mungkin tidak berlebihan sih jika mengatakan ketegasan Luhut mirip dengan Gajah Mada. Apalagi kedua tokoh ini merupakan orang yang dikenal sama tegasnya karena kedisiplinan yang diperoleh dari pelatihan militer yang ketat. 

Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Oh iya, bagi yang belum tahu. Gajah Mada adalah sosok Mahapatih Mangkunegaran di era Kerajaan Majapahit, semacam Perdana Menteri lah kalau disandingkan dengan kondisi saat ini.

Dalam kisah Kerajaan Majapahit, Gajah Mada selalu ditempatkan sebagai aktor yang lebih digdaya melampaui Raja Hayam Wuruk. Hal ini tentu wajar, karena dari segi usia, Gajah Mada merupakan pengabdi sejak Ratu Tribhuwana Tunggadewi, ibu dari Hayam Wuruk.

Anyway, perlu dicatat loh kalau relasi kedua tokoh in, yaitu antara Gajah Mada dan Hayam Wuruk tidak berakhir bahagia loh. Konon, keduanya tidak saling menyapa dikarenakan peristiwa Perang Bubat yang membuat Hayam Wuruk marah kepada Gajah Mada.

Hmm, jadi berpikir, mungkin enggak ya nantinya ada Perang Bubat versi modern yang membuat hubungan Luhut dan Jokowi juga kandas? Tentunya pertanyaan ini menarik untuk dijawab. (I76)


Mengapa Style Militer Digandrungi Orang Indonesia?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...