HomeCelotehAirlangga Hartarto ‘Santuy’ Hadapi Krisis?

Airlangga Hartarto ‘Santuy’ Hadapi Krisis?

Kecil Besar

“Jangan menunggu sampai Anda berada dalam krisis untuk membuat rencana krisis” – Phil McGraw, presenter asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Gengsmimin nanya nih, kira-kira kalau kalian ada masalah, apa yang akan kalian lakukan? Pastinya menyelesaikannya segera. Tidak menunda-nunda – apalagi malah fokus membandingkan masalah pribadi dengan masalah yang dihadapi orang lain.

Ya, memang sih untuk membangun energi positif dan rasa syukur agak nggak putus asa, membandingkan masalah sangatlah diperlukan. Namun, itu kan porsinya sangat sedikit sekali, dan tidak boleh memakan waktu banyak. Nanti jadinya bukan energi positif, tetapi malas-malasan yang muncul deh.

Contoh sederhana misal keluarga kecil kita punya masalah ekonomi. Maka, pertama yang kita tempuh adalah membangun optimisme lewat banyak cara. Bahkan, bisa pakai cara perbandingan.

Nah, kalau sudah muncul rasa syukur dan optimisme, ya bukan berarti kelar. Kita harus segera mencari solusi agar dapur keluarga ‘ngebul’ kembali. Bisa pinjam atau jual barang yang nggak terpakai misalnya.

Nanti uang tersebut dipakai usaha kecil-kecilan. Itu kalau keluarga yang cerdas. Kalau yang ‘ngawur’ pasti memilih leha-leha, eh, tiba-tiba nggak ada nasi di dapur marah-marah. Demikian, dalam keluarga saja seperti itu, apalagi kalau konteksnya negara, cuy.

Tampaknya, pelajaran di atas penting dicermati oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartanto. Pasalnya, saat mengomentari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ekonomi Indonesia berada pada krisis kuartal II-2020 sampai pada minis 5,32 persen, Pak Airlangga secara enteng berkomentar, “Amerika Serikat sendiri di kuartal II (Q2) minus 9,5 persen. China sudah positif tapi di kuartal I (QI) dia minus 6,8 persen.”

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Ehbusyet, kalau angka perbandingan, itu mah mimin juga tahu, Pak. Masalahnya apa kita bakal menganggap baik-baik saja sedangkan bahan makanan di dapur negara mulai habis? Kan, nggak toh?

Mimin heran banget deh. Apa Pak Airlangga nggak mendengarkan penegasan Presiden Joko Widodo bahwa menteri harus punya sense of crisis?

Ini kan lagi krisis, jadi stop santuy-santuy ria ya, Pak Airlangga. Jadi, daripada sibuk memperbandingkan Indonesia dengan negara yang great power tersebut, mending fokus saja cari solusinya.

Lagian, kan gak masuk match gitu loh, kalau membandingkan Indonesia dengan kedua negara adidaya tersebut. Hadeuh.

Nah, solusi terbaik yang ditawarkan oleh Pak Jokowi pun juga digemborkan oleh pengamat ekonomi, Chatib Basri, yakni belanja pemerintah harus ditingkatkan. Itu berarti penyerapan anggaran menjadi hal vital yang menjadi pekerjaan para menterinya Pak Jokowi, termasuk Pak Airlangga.

Sekarang coba kita simak, kementerian mana yang nyerap anggaran aja loyo. Ternyata nih, dari lima kementerian yang menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Mbak Rahayu Puspasari, ada dua kementerian di bawah tanggung jawab Pak Airlangga yang penyerapannya masih kurang, yakni Menteri Pertanian dan Menteri Keuangan.

Wah, gimana sih Pak Airlangga, mbok ya jangan santai-santai dulu saat musim krisis pandemi begini. Apalagi, ternyata urusan dapurnya berantakan begitu.

Masa sih gak malu sama Pak Jokowi yang sudah ngasih kepercayaan? Jangan sampai ya publik beranggapan bahwa bapak dipilih sebab ‘terkatrol’ nama besar partai yang memang terkenal banyak saudagarnya. Uppsss. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?
Banner Ruang Publik
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...