Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.
Fenomena buzzer politik dan keresahan yang ditimbulkannya masih menjadi warna tersendiri di Pemilu dan Pilpres 2024. Dalam konteks Pilpres, kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sempat ditengarai memiliki buzzer paling agresif. Namun, ketika berbicara buzzer, siklus interpretasi, spekulasi tak hingga, dan false flag bisa saja menjadi strategi tertentu untuk menjatuhkan reputasi kubu tertentu.
Karena rame, lanjut part dua, guys!
Baru-baru ini, ramai nih pernyataan putra sulung dari Presiden Soekarno, Guntur Soekarnoputra, yang mengatakan bahwa nanti Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa diapa-apain bila Ganjar Pranowo...
Udah serba canggih, masih percaya jin
Banyak caleg menempuh segala cara dan upaya agar menang, mulai dari menyewa konsultan politik hingga pergi ke dukun atau...
Semoga cepet beres deh ya, Pak Xi Jinping masalahnya
Tiongkok di bawah tekanan setelah perusahaan properti terbesar kedua mereka Evergrande dinyatakan bangkrut dan harus melakukan...