HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Friksi Pengangkatan Putera Mahkota Arab

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, mengangkat anaknya, Muhammed bin Salman, menjadi putera mahkota beberapa waktu lalu. Pengangkatan ini, membuat Muhammad bin Nayef tersingkir,...

Pres-T: Pemerintah vs Parpol

Pembahasan RUU Pemilu masih terus molor, karena baik partai politik maupun pemerintah masih berkeras pada keinginannya masing-masing. PinterPolitik.com Pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang seharusnya selesai...

Percikan Antara Jokowi dan Gatot

Ucapan Panglima TNI Gatot Nurmantyo kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak meragukan TNI pada acara buka puasa bersama di Cilangkap, menimbulkan pertanyaan. Mengapa Gatot...

NU dan Muhammadiyah: Berbeda Dalam Satu

Walaupun banyak pandangan yang bersebrangan, namun ada satu benang merah yang menyatukan keduanya. Antara NU dan Muhammadiyah sama-sama memiliki sikap yang toleransi dengan agama...

Mengapa HTI (Harus) Dibubarkan?

PinterPolitik.com - Rencana pembubaran Organisasi Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih bergulir. Pro-kontra perlu tidaknya HTI dibubarkan pun masih mengalir. Sementara dalam benak masyarakat...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah