HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Blokir Medsos, Kunci Tangani Terorisme?

Kebijakan pemerintah memblokir Telegram menuai pujian dan kecaman. Beberapa pihak menilai, hal tersebut merupakan bentuk ketegasan pemerintah terhadap mereka yang turut memudahkan jaringan terorisme...

Ambisi Gerindra Telikung PDIP 

Partai politik masih sibuk mencari kandidat yang akan mereka usung di Pemilihan Kepala Daerah di beberapa daerah, salah satunya Jawa Tengah. Kali ini, Gerindra...

Pengesahan UU Pemilu: Menguntungkan Siapa?

UU Pemilu telah disahkan. Walaupun Presiden Jokowi unggul karena diusung partai-partai koalisi yang besar, namun posisi Jokowi  justru tersandera di balik bayang-bayang politik kepentingan...

Perppu Ormas, Tiket Pilpres 2019?

Banyak pihak menduga jika pembubaran HTI (Hiz-but Tahrir Indonesia) dilakukan sebagai bentuk ‘balas dendam’ terhadap kekalahan Ahok. Benarkah? Atau apakah ini cara pemerintah meredam...

Polemik Nasib WNI Mantan ISIS

Ada sekitar 4.957 militan asing ISIS yang tertangkap di Turki. Dari jumlah tersebut, terdapat 435 warga Indonesia. Ke-435 orang tersebut rencananya akan dipulangkan ke...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah