HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Misteri Daya Beli Menurun

"Ini harus ada penjelasannya, kok bisa investasi naik terus tapi daya beli malah turun, harusnya investasi naik penghasilan naik, sehingga permintaan naik. Ini misteri.”...

PDIP: Good Bye Jokowi?

Sumber dari internal PDIP menyebut partai ‘banteng moncong putih’ itu sedang mencari calon presiden (capres) untuk Pilpres 2019 dan pilihannya sedang terarah pada tokoh...

Koalisi PDIP-Golkar di Jabar

Jelang pendaftaran pemilihan kepala daerah serentak 2018, PDI Perjuangan sepertinya akan mengarahkan koalisinya dengan mendukung Golkar. Mengapa? PinterPolitik.com Setelah Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta lalu, Pilgub...

Politik “Gebuk” Jokowi

“Polanya itu seperti stick and carrot. Kalau tidak nurut dikasih stick kalau mau (menurut) dikasih carrot. Saya kira ini adalah cara kekuasaan, ketimbang cara...

Menakar Elektabilitas

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?