HomeTrending

Trending

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

Jajan Plus Anies – Sandi

“Bagaimana kalau uang jajan lebih besar ketimbang uang makan?” – Sujiwo Tejo PinterPolitik.com Soal uang jajan besarnya memang relatif, karena kebutuhannya pun beda. Apalagi sudah memakai...

Gatot Sinyal Cawapres Nasdem?

Gatot Nurmantyo dielukan sebagai calon pendamping Pakde Joko di 2019. Mungkinkah ia diusung NasDem? PinterPolitik.com Mungkinkah ungkapan witing tresno jalaran soko kulino, bisa disematkan pada hubungan...

Pakde Mungkin Lelah?

Di tengah padatnya rutinitas sebagai Presiden, Pakde Joko pingin berlibur sehari. Mungkin beliau lelah. PinterPolitik.com Semua pasti butuh sedikit refreshing di tengah padatnya aktivitas harian. Istirahat...

Potret Negara di Tanah Abang

Kenyataannya, masalah di Tanah Abang tak sekedar kesemrawutan dan macet. Ada benturan kepentingan pemerintah, jawara, PKL, serta tentunya para pejalan kaki yang hadir di...

Malam Jumat Keramat Papa!

“Ada Mbah Dukun sedang ngobatin pasiennya. Konon katanya sakitnya karena diguna-guna” PinterPolitik.com Cinta ditolak, dukun bertindak. Mbah Dukun lewat mantranya bisa tahu takdir manusia yang akan...

More Stories

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT