Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
"Fighting corruption is not just good governance. It’s self defense. It’s patriotism" PinterPolitik.com Koruptor adalah musuh bersama. Tiada pihak yang akan membela koruptor selain koruptor itu...
Setelah gagal jadi Ketua Umum Golkar, kini Titiek Soeharto kembali digadang-gadang untuk menjadi Wakil Ketua MPR. Emang bisa? PinterPolitik.com Kelihatannya nama Siti Hediati Hariyadi atau...