HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

MK Masuki Masa Kelam

Berkat Ketua MK Arief Hidayat, KPK harus bertekuk lutut pada DPR. Apakah masyarakat juga harus bertekuk lutut juga? Ah, MK memasuki masa kelam. PinterPolitik.com “There is...

Sandiaga ‘Filsuf Aneh’

“Tidak ada yang sangat aneh dan mencengangkan bahwa hal itu belum pernah dikatakan oleh satu filsuf atau yang lainnya.” ~ Rene Descartes PinterPolitik.com Wakil Gubernur DKI...

Menhub ‘Raja Wacana’

“Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” PinterPolitik.com Indonesia patut berbangga karena Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat penghargaan sebagai Menteri Terbaik...

Rakyat Sipil Bisa Bergerak?

Walau koalisi masyarakat sipil berniat untuk menggugat pasal-pasal terkait imunitas dan antikritik UU MD3, apakah ini saatnya masyarakat bergerak? PinterPolitik.com “Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan...

Mendag Juragan Jagung

“Pernahkah kita berterima kasih kepada para petani penanam benih? Keramahan yang putih, ketulusan yang tak pernah menagih.” ~ Habiburrahman El Shirazy PinterPolitik.com Ingatan tak pernah hilang...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah