HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Sandi Suka Ayam-ayaman Nari India

"Massa adalah penentu sejarah.” ~ Bung Karno PinterPolitik.com Sandiaga Uno belakangan kerap mengunggah video unik di akun instagramnya. Tak jarang, Sandi menggabungkan kegiatan kampanyenya dengan potongan...

Relawan Robot Jokowi-Ma’ruf

"Bahaya masa lalu yaitu ketika orang menjadi budak. Bahaya masa depan adalah ketika manusia bisa menjadi robot." ~Erich Fromm PinterPolitik.com Kemajuan teknologi yang terus berkembang saat...

 Ma’ruf Amin Tidak Punya Pengaruh

“Dan hanya semangat kebangsaan yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan yang dapat mengantar kita maju dalam sejarah dunia.” ~ Sutan Syahrir PinterPolitik.com Ada lima ulama...

Amien Habis Dimakan Rayap

“Kekuasaan politik tumbuh dari laras senjata.” ~ Mao Zedong PnterPolitik.com Menurut hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, nama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais...

Jokowi “Pelihara” Genderuwo?

“Bumi cukup menyediakan segala sesuatu untuk memuaskan kebutuhan semua orang, bukan semua ketamakan.” ~ Adolf Hitler PinterPolitik.com Seakan tidak terima dituduh sebagai antek-antek genderuwo, Badan Pemenangan...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah