HomeTrending

Trending

Kho Ping Hoo dan “Pendekar-isme” Prabowo

Kho Ping Hoo wafat 31 tahun lalu, tetapi dunia Kang-Ouw ciptaannya masih hidup. Mengapa presiden pun ikut membacanya?

“Shogun Dilawan!”

Operasi Mamdani Menangkap Netanyahu

Pancho AS-Tiongkok, Siapa Kuat?

Dua negara adidaya sedang bertarung — bukan dengan peluru, tapi dengan panel surya, algoritma, chip semikonduktor, dan galangan kapal. Tiongkok menguasai infrastruktur fisik dunia:...

Diesel yang Padam, Neraca yang Menyala

Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis KATA PEMRED #44PinterPolitik.com Di sebuah ruang rapat di Senayan, peta...

The Last of Roy and Tiyo

Menarik untuk merefleksikan relasi politik dan hukum di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Menurut kalian gimana soal narasi ini? #tiyoardianto #roysuryo #jokowi #mahfudmd #pinterpolitik

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Tiga dekade ia berderap melawan setiap kekuasaan. Ibaratkan pedang, Fahri Hamzah menggunakan mulutnya seperti pedang yang tajam. Begitu ia masuk ke dalamnya, pedang itu nampak seperti pedang yang “karatan”

More Stories

“Shogun Dilawan!”

Operasi Mamdani Menangkap Netanyahu