HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Aliran Dana ACT Nyasar ke 212?

Bareskrim Polri menyatakan dana Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dari donasi Boeing dari kecelakaan Lion Air JT-610 diduga dipakai tidak sesuai peruntukannya sebesar Rp34...

Gibran The Next Jokowi?

“Loh? Ada apa ya? Semoga beliau segera diberikan kesembuhan”. - Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo PinterPolitik.com Jika menuliskan kata Gibran Rakabuming Raka pada kolom pencarian Google,...

Mengapa Jokowi Berani Lawan Amerika?

Kemlu RI tuding laporan Kemlu AS soal Indonesia tidak transparan. Mengapa pemerintahan Jokowi berani "lawan" Amerika Serikat?

Kenapa PDIP Musuhi HRS?

Telah lama PDIP terlihat memiliki tensi dengan Habib Rizieq Shihab (HRS). Terbaru, politisi PDIP Kapitra Ampera mengomentari HRS yang baru bebas agar mengevaluasi metode...

Jokowi Masuk The Muslim 500

The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang berbasis di Yordania merilis sebuah hasil survei soal 500 Muslim berpengaruh yang bertajuk The Muslim 500....

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah