HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Puan Akan Kalah?

Politisi senior PDIP Panda Nababan beri sinyal duet Prabowo-Puan dapat berujung pada kekalahan. Ini bertolak pada kekalahan Prabowo Bersama dengan Megawati di Pilpres 2009.

Gimana Kalo Pak Bas?

Di luar nama-nama populer yang disebut bisa menjadi calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan...

Surya Paloh Salah Kaprah?

Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh menilai pemilihan umum (pemilu) sebaiknya tidak dilaksanakan jika berkonsekuensi pada perpecahan bangsa. Mungkinkah Paloh salah kaprah soal...

China, Cina, atau Tiongkok?

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini melaksanakan kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan bertemu dengan Presiden RRT Xi Jinping. Dalam pertemuannya, Jokowi...

Kudatuli, Jenderal ABRI, dan Megawati

Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) agaknya hanya menjadi salah satu jawaban mengapa Megawati Soekarnoputri dan PDIP bisa begitu kuat. Intrik penunjukkan Soedharmono sebagai...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?