HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Politik Lucky Number Prabowo

Prabowo Subianto punya kebiasaan yang tak bisa diabaikan: ia kerap menyebut angka-angka spesifik dalam pidatonya. Terbaru, ia meresmikan 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk dan menyinggung angka 8 (dari 1+0+6+1) — simbol kesinambungan (continuity). Lalu, apa makna di balik kepemimpinan yang percaya angka keberuntungan?

Menguak The Economist

Pada Mei 2026, The Economist menurunkan dua judul keras: Indonesia disebut berada di "jalur berisiko", dan Prabowo dinilai membahayakan ekonomi sekaligus demokrasi. Empat tuduhan utamanya: sentralisasi kekuasaan, belanja populis yang membebani fiskal, ekspansi militer ke ruang sipil, dan erosi independensi institusi ekonomi.

Hikayat Tiongkok Tangkis ‘The Economist’

Selama 20 tahun, The Economist ramalkan keruntuhan Tiongkok, tapi justru makin maju. Siapa yang sebenarnya diuntungkan dari narasi ini? 

Verrell, Esetetika Kuasa dan Fatamorgana?

Di-summon Kepala Negara dan pertanyaan setelahnya membuat sorotan auto tertuju kepada Verrell Bramasta. Menyingkap tabir besar arah demokrasi, impresi politisi, dan kinerja serta representasi bekerja di era algoritma.

Danantara dan Konstitusi Kedua: Ketika Negara Memilih Menjadi Satu Arsitektur

Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis KATA PEMRED #28PinterPolitik.com Pada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?