Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
Yusril Ihza Mahendra belakangan tampak berbenah dan mulai aktif bersafari isu hukum. Lebih dari sekadar tupoksi, langkah ini mencerminkan “aura farming”, seni mengelola citra, kharisma, dan legitimasi simbolik pejabat publik di era komunikasi politik yang kerap rawan blunder berbuntut fatal.
Banjir Bali kali ini harus jadi catatan besar bagi semua stakeholder, baik di pusat maupun daerah. Kalau Bali rusak karena pembangunan tak terkendali, citra...
Sejumlah pihak nilai dinamika politik terkini terkait DPR layak jadi alasan evaluasi kepemimpinan Puan Maharani sebagai Ketua DPR. Kalau menurutmu bagaimana? Share di kolom...