HomeCelotehZono Si Bola Liar

Zono Si Bola Liar

Beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto mengatakan kalau ia tidak mampu “mengendalikan” Fadli Zon. Walhasil, si Zono pun menjadi bola liar.


PinterPolitik.com

“Wakil Ketua DPR Fadli Zon ini penuh kontroversi. Memang demokrasi butuh kontroversi, asal damai dan tenteram.” ~ Prabowo Subianto

[dropcap]S[/dropcap]iapa sih yang enggak kenal dengan Fadli Zon? Sepertinya hampir tiap hari Wakil Ketua DPR ini melemparkan komentar yang enggak jauh-jauh dari mengkritik pemerintah. Nyaris tiap hari pula para media memberitakan ocehannya tersebut, bosan enggak bosan sih nulisnya, tapi telan saja lah. Namanya juga berita.

Nah di acara ulang tahun Gerindra yang ke 10, Sabtu (9/2) lalu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto curhat kalau ia sendiri ternyata pusing dengan hobi komentar Wakil Ketua dan juga salah satu pendiri Gerindra tersebut. Lha, kok pusing? Emang bukan atas suruhan dirinya toh? Ck ck ck.

Mungkin Prabowo bingung gimana caranya “mengatur” mulut wakilnya tersebut, secara Fadli Zon jabatannya lebih tinggi dari dirinya. Weh, masa iya rakyat biasa – walaupun kaya dan punya kuasa, bisa ngatur-ngatur wakil rakyat yang terhormat? Hmm, harusnya sih tetap bisa ya, kan di Gerindra, Prabowo tetap bosnya.

Di sisi lain, Prabowo mengaku senang karena wakilnya itu nama belakangnya bukan “o”. Sebab di Indonesia, menurutnya, seorang presiden harus bernama belakang “o”. Ya, semoga saja Mantan Danjen Kopassus ini enggak lupa, kalau presiden kita ada juga yang namanya Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati yang ga berakhiran “o”.

Wew, jangan-jangan Prabowo merasa terancam dengan ketenaran Fadli itu? Terus, kalau nanti dia mengubah namanya menjadi Fadli Zono, kira-kira apakah Prabowo akan merasa semakin terancam? Siapa tau, sebagai generasi muda Gerindra, Zono “si bola liar” Gerindra bisa melesat mengalahkan pamor seniornya.

Baca juga :  The Top Candidates
- Advertisement -

Apalagi, selama ini Zono lah yang selalu ngebet ingin mendapatkan kepastian dari Prabowo mengenai pencalonannya di Pilpres 2019 nanti. Kalau ternyata Prabowo lebih memilih mengurus kuda-kudanya daripada mengurus rakyat, apakah Zono akan mengambil peluang emas itu sebagai kandidat penjegal Jokowi? Hmmm….

Herannya, Prabowo sepertinya malu-malu kucing untuk mengaku kalau ia masih punya ambisi sebagai presiden negara ini. Padahal sih, kalau didengarkan dari pidatonya, aura-aura akan maju lagi itu sudah terbaca. Tapi kok jadi pemalu begitu? Pake minta maaf kalau pernah galak segala lagi. Apakah Prabowo tengah jatuh cinta? Wuuuaaah, ups!

Apapun itu, mungkin Prabowo juga harus mengucapkan terima kasih pada si Zono sang bola liar. Berkat dirinya lah, nama Gerindra terus dan semakin berkibar walau partainya tidak berada di dalam kekuasaan. Tentu melalui komentar “provokatif” si Zono, kesan garang Gerindra sebagai partai oposan juga semaking greng jadinya. Tul kan? (R24)

spot_img
Previous article
Next article

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...