HomeCelotehYasonna Maju Mundur

Yasonna Maju Mundur

“Saya juga meminta maaf apabila selama menjabat seagai menteri terdapat banyak kekurangan dan kelemahan.” – Yasonna Laoly


 PinterPolitik.com

Di tengah polemik demonstrasi menentang berbagai RUU kontroversial serta kasus pelanggaran HAM di Papua, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Eits, jangan salah kira, Yasonna bukan mundur karena sadar akan kompetensi sebagai Menkumham yang kurang. Keputusan Yasonna untuk mundur karena dia kepilih jadi anggota DPR RI periode 2019-2024.

Kepergian Yasonna ini pun sempat dirayakan masyarakat, karena banyak yang bingung di eranya sebagai Menkumham masalah hukum dan HAM malah tambah merajalela.

Entah saya harus ngomong apa mengenai Pak Yasonna ini. Saya sebagai rakyat sekaligus netizen sudah senang dengan keputusan Pak Yasonna buat ngundurin diri. Walaupun di tengah kisruh demonstrasi, tapi seenggaknya bisa diganti sama yang lebih kompetenlah.

Eh beliau malah nongol lagi di Senayan. Macam kutu loncat Pak Yasonna ini, di mana ada kesempatan disitu ada dia.

Pemilihan Yasonna Laoly sebagai Menteri Hukum dan HAM ini sebenernya sudah kontroversial. Pasalnya, Yasonna ini merupakan politisi PDI-P. Terpilihnya seorang politisi dalam kementerian yang membawahi masalah hukum dan HAM memiliki kecenderungan tinggi akan timbul konflik kepentingan.

Hasilnya bisa dilihat sekarang. Konflik karena hukum dan HAM bermasalah di mana-mana. Yasonna juga ngotot sama seperti partainya, agar Jokowi tidak usah menerbitkan Perppu KPK karena tidak ada urgensinya. Kok sama banget ya seruan Menkumham ini sama PDI-P. Eh, udah mantan ya.

Baca juga :  Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?
- Advertisement -

Yasonna ini sebelumnya memang anggota DPR RI periode 2004 – 2014. Ketika Jokowi naik sebagai presiden, Yasonna pun terpilih sebagai Menkumham. Dan setelah jabatan berakhir Yasonna pun kembali ke “kampung halaman”.

Pulang…pulang ke kampung halaman,

membawa segenggam hasil dari kota.

Agaknya lirik lagu Rizal Himran berjudul Pulang Kampung menggambarkan situasi Yasonna Laoly. Kembali ke pelukan Senayan setelah lelah berjuang di Kuningan.

Tapi ya kesel juga kalo pamit sama pihak Istana, eh munculnya di lingkaran yang sama pula. Dia lagi dia lagi. Agaknya rakyat sudah maklum malah bosan dengan eksistensi Yasonna di kalangan elite. Gimana kalo ganti pekerjaan?

Balik jadi dosen misalnya. (M52)

 

- Advertisement -

 

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...