HomeCelotehTrah Soekarno di Jatim

Trah Soekarno di Jatim

Kecil Besar

Setelah menyeleksi beberapa nama, akhirnya PDI Perjuangan menetapkan Puti Guntur Soekarno yang mendampingi Gus Ipul berlaga di Pilgub Jatim.


PinterPolitik.com

“Puti membuat kompetisi semakin menarik. Kehadiran Puti membuat suara perempuan yang tadinya dominan ke Khofifah akan terpecah ke Puti.” ~ Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio

[dropcap]D[/dropcap]i detik-detik akhir pendaftaran Pilkada Serentak, akhirnya PDI Perjuangan memutuskan untuk memasangkan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Puti Guntur Soekarno. Nama putri semata wayang Guntur Soekarnoputra ini memang tiba-tiba muncul, setelah sebelumnya memperhitungkan Ahmad Basarah dan Tri Risma Harini.

Kehadiran cucu Soekarno diblantika pemilihan gubernur Jatim ini memang menarik. Bukan hanya akan memperkuat keterpilihan masyarakat Jatim yang pro Soekarno, tapi juga mampu memecah suara pemilih perempuan, seperti yang dikatakan oleh Hendro Satrio. Karena sebelumnya, pemilih perempuan kemungkinan besar akan menjadi target utama kubu sebelah, yaitu pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Padahal sebelumnya, Puti sudah sempat akan maju di Jawa Barat untuk menemani Dedi Mulyadi. Tapi akibat Dedi ‘berselingkuh’ dengan Deddy Mizwar, PDI Perjuangan pun jadi patah hati dan memilih mengusung gubernur dan wakil gubernur yang lain. Mungkin ini yang namanya rezeki, gagal di Jabar, eh malah berlaga di Jatim.

Sebagai anak dari putra sulung Soekarno, Puti mungkin akan memiliki kedekatan wilayah dan pengaruh yang lebih besar bila dibandingkan dengan Jabar. Kedekatan Soekarno dengan provinsi ini, akan mampu memperkuat suara yang telah dikumpulkan pada pemilu legislatif 2014 lalu.

Begitu juga dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim, adanya ‘darah Soekarno’ yang dimiliki Puti akan semakin mengentalkan ikatan nasionalis-agamis yang telah digalang. Terpilihnya Puti juga kemungkinan besar menjadi pemicu bagi Gerindra untuk ikut merapat ke kubu Gus Ipul.

Seperti yang diketahui, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sangat menghormati sosok Soekarno. Konon, gaya berpidatonya yang kerap terdengar menggelegar juga ia adopsi dari Presiden Pertama RI itu. Selain itu, sudah waktunya pula bagi keturunan Guntur untuk berkiprah di perpolitikan nasional, mewakili keengganan ayahnya untuk terjun di dunia politik. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...