HomeCelotehTeguh Raharjo, Ketua DPRD Arogan

Teguh Raharjo, Ketua DPRD Arogan

Ya, mungkin Pak Teguh Raharjo selaku ketua DPRD Bengkulu nggak salah. Hanya kita saja yang salah menempatkan beliau di kursi pemerintahan bukannya di hutan.


PinterPolitik.com

 

[dropcap size=big]T[/dropcap]eguh Raharjo, oknum pejabat yang menampar seorang dokter di RSUD Lebong, Bengkulu, jadi pejabat kesekian yang seenak jidatnya memperlakukan orang lain. Karena titel di kursi pemerintahan yang dimilikinya, Teguh berpikir sah-sah saja menampar dokter jaga lalu berteriak dramatis, “kamu nggak tahu siapa saya?”.

Padahal apa yang dilakukan salah satu kepala dewan terhormat itu sudah menjurus ke arah penganiayaan fisik, lho. Tentunya dokter yang, menurut Teguh, kena towel sedikit itu harus menanggung malu dan sakit akibat aksi arogan si pejabat.

Bagi pejabat macam Teguh Suharjo ini, beradaptasi dengan masyarakat kebanyakan dan mengambil sikap berkaitan dengan status yang disandang, mungkin jadi ujian berat. Kenapa berat? Sebab beliau yang terhormat ini sudah terbiasa dengan kemudahan dan dispensasi berbagai prosedur. Berbagai ‘jalur khusus’ dan layanan prioritas yang didapatnya karena titel ‘ketua DPRD Bengkulu’ sudah membuatnya manja.

Owalah, masak pengabdi dan pelayan rakyat nggak mau disamakan dengan rakat kebanyakan dan manja? Kalau begitu bagaimana mau melancarkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kalau anggota dewan yang terhormat menolak peduli dan malah membusung minta dihormati?

Gawatnya, rasa jumawa ini tak hanya menjangkiti pejabatnya saja, tapi juga merambah ke keluarganya. Masih ingat kan peristiwa penamparan yang dilakukan istri jenderal di bandara dan juga Sonya Depari? Bukti jika arogansi pejabat juga menular ke anggota keluarganya juga. Wah apakah sikap jumawa dan mental feodal menular? Bisa jadi. Contohnya sudah banyak.

Teguh Raharjo, Tarzan dari Bengkulu
Sonya Depari (foto: istimewa)

Eits, tapi tentu saja ini tak bisa dipukul rata. Nyatanya, ada banyak juga pejabat daerah yang rendah hati dan punya integritas tinggi. Mereka yang sadar tanggung jawab dan tak mudah terlena gaya hidup pasti menolak dimanja-manja dengan perilaku ‘istimewa’. Tapi sayangnya, pejabat ‘mulia’ ini mudah tertutup dengan pamor berita pejabat arogan.

Baca juga :  Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?
- Advertisement -

Maka dari itu, untuk pejabat rendah hati, kita beri angkat topi tinggi. Bagi pejabat arogan, macam Teguh Raharjo, lebih baik kita cepat kembalikan ke hutan bersama para tarzan. (A27)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Prabowo dan Kucing-kucing Politik

Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyapa followers-nya dengan foto kucing di Twitter. Inikah kucing-kucing politik ala Prabowo Subianto?

Siapa Cocok Jadi Cawapres Ganjar?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebut eksistensi calon pengantin adalah syarat pertama nikah. Bagaimana dengan cawapres buat Ganjar?

Kaesang, Milenial-Gen Z Tipikal?

Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dikabarkan tertarik untuk masuk politik. Apakah Kaesang ini Milenial-Gen Z tipikal?

Di Balik ‘Panggil-panggil’ ala Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) panggil banyak figur, mulai dari menteri, pimpinan partai, pimpinan ormas, hingga akademisi. Ada apa di balik ini?

Ganjar Perlu Kalkulasi Lagi di 2024?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Rawon Kalkulator di Surabaya. Apa Ganjar perlu belajar 'kalkulasi' 2024 ke mereka?

Janji Anies untuk Prabowo Palsu?

Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Anies Baswedan punya sebuah perjanjian dengan Prabowo Subianto. Apakah janji itu hanya janji palsu?

AHY Bukan Jodoh Anies di 2024?

Partai Demokrat telah umumkan dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tetapi serahkan cawapres ke Anies. Apakah AHY bukan jodoh Anies?

More Stories

Jangan Remehkan Golput

Golput menjadi momok, padahal mampu melahirkan harapan politik baru. PinterPolitik.com Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 tunai sudah. Kini giliran analisis hingga euforia yang tersisa dan...

Laki-Laki Takut Kuota Gender?

Berbeda dengan anggota DPR perempuan, anggota DPR laki-laki ternyata lebih skeptis terhadap kebijakan kuota gender 30% untuk perempuan. PinterPolitik.com Ella S. Prihatini menemukan sebuah fakta menarik...

Menjadi Pragmatis Bersama Prabowo

Mendorong rakyat menerima sogokan politik di masa Pilkada? Prabowo ajak rakyat menyeleweng? PinterPolitik.com Dalam pidato berdurasi 12 menit lebih beberapa menit, Prabowo sukses memancing berbagai respon....