HomeCelotehSusi, Ronggeng Monyet Dermawan

Susi, Ronggeng Monyet Dermawan

Kecil Besar

Usai memenangi perlombaan di Festival Danau Sunter,  Menteri Susi “dibayar” makan bersama dengan para nelayan Jakarta Utara.


PinterPolitik.com

“Saya yakin bahwa kehidupan yang sederhana dan tidak berprasangka adalah yang terbaik bagi siapapun, juga baik untuk tubuh dan pikiran.” ~ Albert Einstein

[dropcap]F[/dropcap]estival Danau Sunter yang digelar Minggu (25/2) kemarin, sejatinya adalah “pertarungan” antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Mereka saling bertaruh untuk mengetahui siapa yang harus melakukan tantangan dari keduanya.

Susi yang mendayung dengan perahu, ternyata mampu memenangi pertandingan melawan Sandi yang memilih berenang melintasi danau. Jadi tak heran, bila Sandi yang harus menerima tantangan Menteri Susi untuk menciptakan Danau Sunter layaknya danau di Genewa, Swiss.

Tapi di balik pertaruhan ego kedua pejabat tersebut, ada pihak ketiga yang diuntungkan. Siapa lagi kalau bukan warga Jakarta, khususnya warga Sunter. Selain ke depannya Danau Sunter akan menjadi destinasi wisata baru di Jakarta, perayaan Festival Danau Sunter juga memberikan hiburan gratis tersendiri.

Jadi enggak heran kalau kemarin, Menteri Susi mengaku berasa jadi Ronggeng Monyet sehari. Gimana enggak? Pertarungannya dengan Sandiaga, disaksikan oleh ratusan – atau bahkan ribuan warga Jakarta. Sementara dirinya mengayuh perahu, masyarakat asyik nontonin kemampuan yang dimilikinya.

Belum lagi teriakan Gubernur DKI Anies Baswedan yang meminta penonton bertepuk tangan bagi keduanya, supaya bertandingan berjalan meriah. Haduuuh sambil mendayung, Menteri Susi mungkin berpikir tengah menjadi monyet tontonan kali ya. Bedanya yang nonton enggak dimintain saweran ya, Bu.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Ngomong-ngomong bayaran, ternyata eh ternyata, enggak betul tuh kalau kemarin Menteri Susi enggak dibayar. Sebab, ia mengaku hanya mau bertanding kalau ada bayarannya dari panitia. Wuaaduuh, kok begitu sih? Emangnya gaji menteri masih kurang ya? Hmmm, tapi cukup kok. Sebab bayarannya enggak berupa uang.

Bayaran yang diminta Menteri Susi enggak banyak kok, cuma minta panitia mengundang  para nelayan di Jakarta Utara dan memberi mereka makanan enak setelah perlombaan. Wiiidiih, muaantaap!! Menteri Susi emang canggih deh. Kalau begini, jangan kapok jadi ronggeng monyet ya, Bu. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...