HomeCelotehRatna Dukung Pemakzulan Jokowi?

Ratna Dukung Pemakzulan Jokowi?

“Jangan sekali-kali menyamakan Jokowi dengan alm. Gus Dur. Beda jauh. Gus Dur itu cerdas luar biasa. Beliau dilengserkan karena lawan politik yang tidak mampu memahami pemikiran Gus Dur.” ~ Ratna Sarumpaet.


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]erdemokrasi merupakan sesuatu yang indah diterapkan dalam sebuah negeri yang plural seperti Indonesia. Namun terkadang, masih ada saja celah bagi para politisi yang haus akan kekuasaan. Bahkan mereka pun secara konstitusional dapat menggulingkan seorang presiden yang sah.

Ya namanya juga politik praktis, pasti banyak intrik kotor di dalamnya. Mainnya sih halus, gak akan ada orang yang melihatnya sebagai sebuah kudeta. Bedalah ya sama zaman awal kelahiran cikal bakal Orde Baru yang mempreteli kekuasaaan Presiden Soekarno secara perlahan.

Apakah upaya untuk menggembosi pemerintahan yang sekarang masih ada? Ya adalah. Tuh liat aja isu yang bertebaran nyinyir terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini. Mulai dari kritik yang membangun hingga cuma sekedar cuap-cuap hoax belaka. Paket kumplit deh.

Nah, ternyata ada warganet yang merasa apa yang sedang dialami Presiden Jokowi saat ini mirip sama yang pernah dialami Presiden RI ke-4, almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Itu lah yang membuat salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @BadBodly ikut berkicau.

Ya memang ketika itu Gus Dur dilengserkan dari kursi Presidennya dengan berbagai intrik polotik kelas elit. Tokoh reformasi yang paling berpengaruh dalam menumbangkan Gus Dur ketika itu adalah Amien Rais selaku Ketua MPR.Dan orang yang sama itu kini giat gerilya ingin menumbangkan Jokowi.

Baca juga :  Prabowo, Sales Singkong di G20?

Ya kita ingat benar kicauan jumawa Amien Rais ketika bulan Mei tahun 2017 lalu, ia mengatakan ‘Lengserkan Jokowi itu mudah, semudah saya ketika lengserkan Soeharto, Gus Dur dulu’. Nah loh, bener dung itu apa yang di sampaikan warganet. Waduh, ngeri-ngeri sedap nih.

- Advertisement -

Tapi ternyata ada yang gak suka cama cuwitan warganet ini, Ratna Sarumpaet merasa gak elok kalau Jokowi disamakan dengan sosok almarhum Gus Dur. Lah, fokus pembahasannya kan bukan tentang personalnya, tapi tentang cecunguk itu yang hingga kini masih eksis bergentayangan.

Aya aya wae mah. Btw, eike lupa, Ibu Ratna emang dari dulu gak pro sama Presiden Jokowi, jadi wajar aja kalau melulu dislike. Jadi menurut Ibu Ratna, kalau Jokowi itu dilengserkan ya wajar, toh memang dia gak pinter, kerjanya cuma planga-plongo. Mmm, kumaha atuh pemikirannya ini?

Padahal perdamaian itu indah kok, ngapain sih ngerusuh mulu. Lebih suka memperebutkan kekuasaan dengan cara chaos emangnya? Jangan-jangan Ibu Ratna pro ya sama yang ngerusuh Jokowi itu? Coba deh renungkan kata-kata dari filsuf Desiderius Erasmus (1466-1536), ‘The most disadvantageous peace is better than the most just war.’ (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...