HomeCelotehPrabowo: Ada Tuyul di Jabar!

Prabowo: Ada Tuyul di Jabar!

Kecil Besar

“Dan sekarang semua rasa sudah gila, dan gila pun merasakan punya jiwa, namun kau tak pernah juga bilang gila, takkan pernah, takkan pernah hilang gila.” ~ Sore, ‘Sssst…’


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]oko elektronik, toko baju, dan toko gawai mengalami penurunan omset di luar hari besar. Masyarakat beralih belanja melalui aplikasi daring (online) dibanding harus pergi ke toko. Bisnis di dunia nyata memang mulai mengubah skema dan strategi.

Begitupun yang terjadi di dunia gaib. Mendadak baru-baru ini, tuyul tidak lagi suka dengan uang kertas. Sekarang tuyul lebih suka dengan kertas surat suara Pemilu. Apa ini bisa kita katakan sebagai skema bisnis dunia gaib yang telah berubah?

Apa jangan-jangan penghuni dunia gaib seperti tuyul, kuntilakan, dan sejenisnya sedang mengembangkan bisnis berbasis daring (online) seperti dunia manusia? Kalau iya, mungkin para pengusaha wajib panik tuh ahahaha.

Pantas saja ada cerita abang ojol yang suka nganterin hantu, jangan-jangan hantunya salah pakai aplikasi hehehe.

Ternyata eh ternyata, fenomena ini diperkuat oleh statemen Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto  yang menyindir pelaksanaan Pilkada serentak di Jawa Barat (Jabar).

Katanya ada yang menang dapat jumlah suara lebih banyak dari daftar hadir, jadi mungkin ada tuyul yang ikut milih. Lucu tapi menyedihkan gitu.

Wah kacau memang, tuyul kok kurang kerjaan ya, hmmm bikin KZL aja.

Prabowo menuturkan selain dugaan daftar pemilih yang tidak jelas, pasangan yang didukungnya, yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu juga melaporkan dugaan intervensi dari sejumlah kalangan. Dia juga mengatakan ada kotak suara yang tiba-tiba hilang. Prabowo bilang ini hal-hal yang lucu tapi gak lucu.

Iya lah, gimana bisa lucu, ini mah horror bray. Tuyul and the gengs udah turun tangan, siapa yang tidak merinding coba.

Bukan Prabowo gengs kalau tidak melakukan gugatan. Mereka siap ambil langkah untuk menggugat seandainya pengumumannya dinyatakan bahwa calon-calon mereka kalah.

Terus kalau udah kalah, masa mau dibuat menang ya? Mending ga usah Pilkada sekalian aja.

Memang kebiasaan ya di negara ini, sukanya mengobati bukan mencegah. Memang anggaran tim kampanye gak dialokasikan kepada saksi apa ya? Emangnya saksi pada ke mana kemarin? Oh pada boci (bobo ciang) ya? Ngerasa dizalimi kok meneng bae, huft dasar ganteng.

Eits ada kabar teranyar nih. Ketua KPU Jabar mengatakan capaian suara antara Rindu dan Asyik mendapati selisih sebanyak 4,1 persen. Sehingga, tidak ada celah untuk bisa melakukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi.

Kalau udah gini masih mau ngambek-ngambek nih? Hehehe ya udah lah ya biar jadi urusan partai saja. Himbauan untuk masyarakat sih gengs, mau Asyik kek mau Rindu kek yang penting jangan berhenti kritik yang memberikan solusi ya ke pemerintahan baru di Jabar nanti.

Pas banget nih sama apa yang diungkapkan Mohammad Hatta: “Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan.” (G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...