HomeCelotehPPP (Masih) Rebutan Kantor

PPP (Masih) Rebutan Kantor

Kecil Besar

Saat partai lain sibuk mempersiapkan Pilkada Serentak, partai berlambang Ka’bah ini malah sibuk rebutan kantor. Walah, kapan selesainya ya.


PinterPolitik.com

“Sejak 2014, kita tidak berkantor di sini. Dan mulai tadi pagi, kami menempati gedung ini. Ini merupakan Kantor DPP PPP sejak dulu. Kita tempati setelah pihak Djan tidak menempati ini dan kantor dibiarkan terbengkalai.”

[dropcap]U[/dropcap]capan Wakil Sekertaris Jenderal PPP kubu Romahurmuzy atau Romy, Achmad Baidowi ini bisa dibilang sebagai tanda resminya PPP kubu Romy menempati (kembali) Kantor Dewan Pimpinan Pusat PPP yang terletak di Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya kantor tersebut diduduki oleh PPP kubu Djan Faridz.

Kalau partai politik (parpol) lainnya lagi pada sibuk berkonsolidasi, bahkan sampai berkoalisi dengan parpol lainnya untuk menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun depan, partai berlambang Ka’bah ini masih saja sibuk gontok-gontokan sesamanya. Semua cuma gara-gara saling berebut kekuasaan, menyedihkan sekali sih.

Padahal, berkuasanya juga baru di partainya sendiri. Coba bayangkan kalau kedua ketua umum ini maju ke Pilpres nanti, apa enggak bakal lebih rempong lagi? Bisa-bisa kalau kalah, mereka juga enggak bakal terima dan keukeuh pingin jadi presiden. Wah, untungnya yang kalah di Pilpres 2014 lalu, enggak kayak gitu-gitu amat yah. Eh!

Lebih repotnya lagi, rebutan itu pake bawa-bawa preman segala! Jiah, mentang-mentang yang satu itu bosnya preman Tanah Abang. Tapi yang bikin geli, sang bos bilangnya yang pakai preman itu pihak sebelah. Sementara pihak sebelah enggak ngaku, menurutnya, si bos itu yang manfaatin anak buahnya. Haduh, makin kayak anak kecil aja deh. Pake acara saling menyalahkan segala.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Kalau kedua pihak berantemnya mirip bocah rebutan mainan begini, gimana mau dipilih sama warga nantinya? Gimana mau ngurus daerah atau bahkan negara, kalau mengkonsolidasi partainya aja enggak bisa? Masa iya untuk saling bersikap legowo aja enggak sanggup? Ingat ya, ini baru tingkat partai lho, belum daerah atau negara!

Sepertinya, partai hijau tertua ini udah pasrah dengan Pilkada nanti. Urusan kantor aja masih rebutan, gimana mau mikirin yang lainnya. Apalagi selama ini yang diperlihatkan ke masyarakat, bukan sikap yang terpuji begitu. Baik pihak yang menang maupun kalah, kalau dipikir-pikir sebenarnya sama-sama dirugikan, karena bisa jadi hasil pemilihan legislatif di 2019 nanti, mereka hanya akan gigit jari. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...