HomeCelotehPolitisi PKS Dukung Ganja ala 4:20?

Politisi PKS Dukung Ganja ala 4:20?

Kecil Besar

“High on legal marijuana” – Halsey, penyanyi asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Dalam bulan pertama di tahun 2020 ini, banyak hal yang telah terjadi, baik di lingkup domestik maupun internasional. Bulan Januari ini menyambut kita dengan beberapa bencana alam dan wabah penyakit, seperti banjir di Jakarta, tanah longsor di Bogor, gempa-gempa bumi, kebakaran hutan di Australia, wabah virus Corona, dan sebagainya.

Selain bencana alam, situasi politik domestik dan antarnegara juga kerap mengisi judul-judul berita di bulan ini, seperti operasi-operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kasus Jiwasraya, isu sengketa Laut Natuna dan Laut China Selatan, serta isu Perang Dunia antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Ya, bisa dibilang bahwa bulan awal tahun 2020 ini bukanlah bulan yang mudah untuk dilalui bersama. Namun, tentu saja, hal-hal yang terjadi ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyerah dalam menyongsong tahun ini.

Hmm, terlepas dari beratnya awal tahun ini, ada berita yang unik nih dalam menutup bulan Januari ini. Berita ini datang dari salah satu politisi PKS yang mengusulkan agar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjadikan ganja sebagai salah satu komoditas ekspor.

Anggota Komisi VI DPR Rafli menjelaskan bahwa komoditas itu menjadi potensi ekspor yang besar untuk Indonesia. Apalagi, di tempat asal Pak Rafli – yaitu Aceh, tamanan ganja adalah jenis tanaman yang dapat tumbuh subur.

Mendengar usulan itu, rekan Pak Rafli sontak terkejut dong. Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade memaklumi bahwa Aceh memang wilayah yang biasa mengonsumsi olahan tanaman tersebut tetapi menyarankan agar usulan itu tidak diwujudkan.

Hmm, mungkin, Pak Andre perlu mendengarkan penjelasan Pak Rafli lagi nih. Kata beliau, persepsi bahwa ganja merupakan narkotika yang paling berbahaya adalah bagian dari konspirasi global. Pak Rafli juga menyebutkan kalau ganja bisa digunakan untuk kebutuhan farmasi lho.

Wah, biar bisa diekspor, ganja bakal dilegalkan dong – entah sebagian atau sepenuhnya. Kalau gitu, bisa-bisa budaya ala anak-anak 4:20 bisa terakomodasi dong. Hehe.

Kalau hal itu terjadi, tampaknya ada yang kurang sepakat juga. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) misalnya, melihat hal itu tidak sejalan dengan situasi di Indonesia yang kini tengah berada dalam kondisi darurat narkoba.

Ya, hal ini juga belum pasti akan disetujui kok. Pemerintah sendiri sekarang tengah mempelajari usulan yang kini menjadi kontroversi tersebut.

Lagi pula, di beberapa negara, penggunaan ganja – bagi pengobatan – juga telah dilegalkan lho. Bahkan, negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia mulai berencana dan membicarakan antara legal atau tidaknya pengambangan tanaman ganja.

Dengan usulan dari Pak Rafli, publik pun bisa lebih terbuka terhadap perdebatan legalisasi ganja nih. Ya, semoga saja keuntungan dan kerugiannya dapat dipertimbangkan dengan baik. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Komprador Gurita Batu Bara
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

Menteri Cantik Jokowi, Siapa Dilirik?

Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan kubu politiknya sempat mengungkapkan keinginannya untuk mencari menteri yang berusia muda dan cantik. Keinginan tersebut bisa saja berkaitan dengan...

More Stories

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

Di Balik Mekarnya Citra Habibie

Tanggal 25 Juni dikenang sebagai hari lahir Habibie. Citranya kian harum meski telah tiada. Apa rahasia di balik reputasi yang tak pernah layu itu?