HomeCelotehPetualangan Begadang Wishnutama

Petualangan Begadang Wishnutama

Kecil Besar

“Lack of sleep greatly impairs your ability to make good decisions.” – Amy Morin, Psychotherapist


 PinterPolitik.com

Naiknya Wishnutama sebagai Kementerian Pariwisata kayaknya bakal bikin Mas Tama lembur terus-menerus. Pasalnya dalam Kabinet Indonesia Maju bentukan Jokowi, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan dilebur dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Triawan Munaf selaku mantan Ketua Bekraf memberi saran kepada penerusnya, bahwa sebagai menteri dengan latar belakang swasta seperti Mas Tama, sebaiknya cepat menguasai birokrasi dan administrasi yang lumrah dalam lembaga negara. Bedalah menavigasikan badan swasta dan lembaga negara, yang satu banyak remnya satu lagi bisa langsung berlari kencang mengerjar profit.

Wishutama pun mafhum dia pemain dari lapak berbeda. Dia pun menyatakan bahwa saat ini sedang mempelajari penyelarasan serta aturan main lembaga pemerintah. Abis dilantik pun Wishnutama tak diberikan instruksi detail mengenai penggabungan Kemenpar dan Bekraf. Jadi PR buat Wishutama ini memang nambah.

Gimana engga, sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishutama tidak hanya diberi tugas untuk menaikkan cadangan devisa negara. Namun, dia juga dituntut untuk menaikkan standar pariwista di Indonesia agar bisa bersaing setidaknya dengan negara-negara Asia Tenggara.

Kalo berdasarkan The Travel & Tourism Competitiveness Report 2019 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, Indonesia menempati urutan keempat di Asia Tenggara. Di urutan pertama bertengger Singapura di urutan ke-17. Disusul Malaysia di urutan ke-29 dan Thailand di urutan ke-31. Indonesia sendiri di urutan ke-40.

Ini baru pariwisata, belum ekonomi kreatif yang mengurusi game developer, arsitektur, seni rupa dan desain, kriya, kuliner, musik hingga periklanan dan televisi. Agaknya potensi Wishnutama begadang setaip hari termasuk besar dengan segudang tugas yang diembannya. Mungkin hal ini lumrah sih karena dia sudah pernah kerja di media. Tapi mungkin juga beda ga sih?

Mas Tama ini kan dulu atasan, kalo mau pulang cepet boleh lah ya, siapa juga yang berani ngelarang. Tapi sekarang kan sebagai Menpar sudah jadi anak buah Pak Jokowi. Jadi sekarang bapak bisa merasakan jadi karyawan di media yang pulang larut malam dan dikejar-kejar deadline. Terus kalo hasil kerja jelek bukan bapak yang marah tapi Pak jokowi. Jadi selamat begadang ya pak, jangan lupa siapin obat masuk angin dan balsem buat kerokan. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...